Relawan hingga Tenaga Medis Masih Dibutuhkan Tangani Dampak Erupsi Semeru

M Rofiq - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 16:16 WIB
pengungsi semeru membawa perabotan rumahnya
Pengungsi Semeru (Foto: M Rofiq/detikcom)
Lumajang - Proses pencarian korban erupsi Gunung Semeru telah dihentikan Kamis (16/12) sore. Namun relawan dan petugas medis masih dibutuhkan dalam penanganan korban dan warga terdampak di tenda pengungsian.

Untuk petugas dari TNI/Polri, tergantung dari keputusan setiap satuannya, apakah masih diperbantukan, atau bahkan dipulangkan. Saat ini, relawan yang masih dibutuhkan yakni yang berkaitan dengan korban di tenda pengungsian. Seperti tenaga kesehatan, dokter hingga tim trauma healing untuk menjaga kesehatan dan pemulihan trauma anak-anak dan orang dewasa.

Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Ariyanto Agus menyebut proses pencarian korban erupsi Gunung Semeru yang belum ditemukan, sengaja dihentikan karena faktor cuaca. Sebab, di lokasi sering terjadi luncuran awan panas hingga banjir lahar dingin di titik lokasi pencarian yang membahayakan relawan.

"Benar sejak kemarin sore, Satgas Bencana APG Gunung Semeru, sepakat untuk menghentikan proses pencarian, untuk relawan yang fokus hanya proses pencarian bisa kembali ke daerahnya, dan kami mewakili Pemerintah Kabupaten Lumajang dan korban, mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan tenaga selama ini," ujar Ariyanto, saat dihubungi detikcom di Lumajang, Jumat (17/12/2021).

"Untuk relawan seperti tenaga medis, dokter, tim trauma healing masih dibutuhkan bagi korban erupsi Gunung Semeru, yang berada di tenda-tenda pengungsian, untuk mengontrol kesehatan dan pemulihan trauma warga dan anak-anak korban awan panas guguran," tambahnya.

Untuk saat ini, pihak PVMBG telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi siaga. Warga diimbau selalu waspada ancaman risiko bencana alam.

(fat/fat)