Guru Honorer di Mojokerto Baru Kembalikan 56 Persen Dana PNPM yang Dikorupsi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 09:28 WIB
Guru honorer di Mojokerto Ganti dana program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM MP)  56 Persen Kerugian Negara
Guru honorer kembalikan uang korupsi 56 persen (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Maretik (31) dipenjara karena mengkorupsi dana program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM MP) Kecamatan Jatirejo, Mojokerto sehingga merugikan negara Rp 464.985.400. Ibu guru honorer itu hari ini mengganti Rp 261.482.400 atau 56 persen dari total kerugian negara.

Uang ratusan juta itu diserahkan langsung perwakilan pengurus PNPM MP Jatirejo siang tadi. Uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 itu lebih dulu dihitung petugas dari Bank Mandiri di ruangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Nilainya Rp 261.482.400.

"Hari ini kami menerima uang pengembalian kerugian keuangan negara senilai Rp 261.482.400 terkait perkara dugaan korupsi PNPM MP Kecamatan Jatirejo atas nama tersangka MRT. Sisa yang belum dikembalikan tersangka MRT Rp 203.503.000," kata Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono di kantornya, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Jumat (17/12/2021).

Pelaksana Harian (Plh) Kasipidsus Kejari Kabupaten Mojokerto Trian Yuli Diarsa menjelaskan Rp 261.482.400 tersebut dari tersangka Maretik. Untuk sementara waktu, dana tersebut disetorkan ke rekening penitipan lainnya (RPL) di Bank Mandiri.

"Masuk kas negara setelah (perkara korupsi dana PNPM MP) inkrah," terangnya.

Trian tidak bisa memastikan Maretik akan mengembalikan semua kerugian negara atau tidak. Menurutnya, guru honorer asal Desa Mojogeneng, Jatirejo, Mojokerto itu mempunyai banyak waktu untuk melunasi kerugian negara Rp 203.503.000.

"Kan ini masih penyidikan, jadi waktu tunggunya juga masih lama, masih ada penuntutan terus pemeriksaan. Tidak ada janji (dari tersangka), kami menunggu," jelasnya.

Meski begitu, kata Trian, pengembalian kerugian negara tidak bisa menghapus pidana korupsi yang dilakukan Maretik. Ibu dua anak itu tetap akan didakwa dan dituntut dengan pasal 2 dan pasal 3 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 KUHP.

Setidaknya pengembalian kerugian negara yang dilakukan tersangka bisa menjadi unsur yang meringankan di mata hakim pada tahap persidangan nanti.

"Sekarang yang berkembang kami tidak serta merta menghukum orangnya, tapi pengembalian uang itu ke negara juga penting. Dengan pengembalian itu bisa menjadi pertimbangan untuk meringankan," tandas Trian.

Kejaksaan menetapkan Maretik sebagai tersangka dan menahannya di Lapas Kelas IIB Mojokerto pada Kamis (2/12). Guru honorer ini mengkorupsi dana PNPM MP Jatirejo tahun 2018 dan 2019 sehingga merugikan negara Rp 464.985.400.

Saat itu, Maretik menjabat kasir atau bendahara di PNPM MP Kecamatan Jatirejo. Modusnya, tersangka sengaja menggelapkan angsuran dari 15 kelompok peserta program simpan pinjam khusus perempuan (SPKP) dan usaha ekonomi produktif (UEP). Seharusnya angsuran disetor ke kas PNPM MP Jatirejo.

Belasan kelompok SPKP dan UEP tersebut mengangsur lantaran menerima pinjaman dari dana PNPM MP Jatirejo. Besaran pinjaman mereka tahun 2018 dan 2019 bervariasi. Mulai dari Rp 2,9 juta hingga Rp 36 juta per kelompok. Dana bergulir tersebut bersumber dari APBN yang dihibahkan ke Pemkab Mojokerto.

Simak juga 'Wapres Ma'ruf: Korupsi Rusak Sendi-sendi Kehidupan, Bentuk Kezaliman!':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)