Ribuan Mangrove Ditanam di Pesisir Selatan Trenggalek Cegah Abrasi Laut

Adhar Muttaqien - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 20:24 WIB
penanaman mangrove di trenggalek
Penanaman mangrove di pesisir pantai Panggul (Foto: Dok. Polres Trenggalek)
Trenggalek - Sejumlah instansi dan elemen masyarakat di Trenggalek menggelar aksi penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Panggul. Penghijauan kawasan pantai diharapkan akan meminimalisir dampak keruskan lingkungan akibat abrasi.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan upaya penghijauan kawasan pesisir dinilai penting, karena dengan sabuk hijau diharapkan akan membawa dampak positif terhadap lingkungan maupun masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

"Gerakan ini juga sejalan dengan semangat Pak Bupati untuk membuat green belt di Trenggalek. Seperti kita tahu kawasan pantai cukup rentan terhadap ancaman abrasi, nah salah satu cara untuk menanggulanginya ya dengan penghijauan," kata Dwiasi, Kamis (16/12/2021).

Menurut Dwiasi kondisi iklim yang sangat cepat perlu mendapatkan perhatian dan penyikapan yang serius dari seluruh komponen masyarakat. Sehingga dampak buruknya bisa diminimalkan.

"Hari ini kita bareng-bareng dengan forkopimda, TNI/Polri dan elemen masyarakat untuk bersama membuat aksi nyata. Kenapa kita pilih mangrove, ya karena tanaman inilah yang mampu menyelamatkan dari ancaman abrasi maupun gelombang tinggi," imbuhnya.

Rencana gerakan penghijauan di pesisir dan kawasan lain akan terus dilakukan. Sehingga kualitas lingkungan maupun udara Trenggalek semakin baik.

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, mengatakan di kawasan pesisir selatan mulai Kecamatan Watulimo hingga Panggul memiliki sekitar seribu hektare hutan mangrove.

"Untuk Kecamatan Watulimo dan Munjungan mungkin sudah baik ya hutan mangrovenya, Panggul ini yang perlu perhatian," kata Arifin.

Dijelaskan, selain pohon mangrove, di kawasan pesisir pihaknya juga menggencar penanaman pohon cemara udang. Sedangkan di wilayah bantaran sungai pihaknya sedang mengintensifkan penanaman pohon bambu. "Kalau untuk dataran, lebih cocok untuk ditanami buah-buahan. Semangat penghijauan ini sejalan dengan RPJMD kita, yakni salah satunya indeks kota hijau," imbuhnya.

Bupati menambahkan saat ini indeks kualitas lingkungan hidup di Trenggalek saat ini pihaknya masih memiliki PT, sebab angkanya berada pada 70. "Kalau dari vegetasinya Trenggalek ini hijau, angkanya 70 persen. Tinggal kualitas air dan udara yang perlu ditingkatkan," ujar Arifin. (iwd/iwd)