Hujan 3 Jam, Babat Lamongan Kebanjiran

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 16:01 WIB
banjir di lamongan
Babat terendam banjir setelah hujan selama 3 jam (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Tingginya curah hujan di Lamongan menyebabkan sebagian wilayah Kecamatan Babat banjir akibat saluran drainase yang tak mampu menampung air. Selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga menggenangi jalan nasional yang ada di Babat.

Banjir di Kecamatan Babat ini tercatat ada di jalan nasional, Jalan Gotong Royong, Jalan Perintis, Jalan Pramuka, Jalan Gilang KA, Jalan Tambangan, dan beberapa ruas jalan lainnya. Banjir di kawasan Babat ini juga merendam 60 rumah setempat. Sementara, ketinggian air yang menggenang antara 25-50 centimeter.

"Banjir di Kecamatan Babat ini terjadi lantaran tingginya intensitas hujan yang tinggi yang terjadi di kawasan Kecamatan Babat dan sekitarnya, yaitu mencapai hampir 100 mili per detik," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Lamongan M Jupri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/12/2021).

Akibat tingginya curah hujan di hulu Babat ini, lanjut Jupri, air kemudian bermigrasi dan menggenangi pemukiman warga dan sejumlah ruas jalan setempat. Jupri juga mengakui jika jalan nasional sempat terjadi genangan, hanya saja saat ini genangan yang ada di jalan nasional ini sudah berangsur surut.

banjir di lamonganFoto: Eko Sudjarwo

"Memang tadi pagi ada genangan (di jalan nasional) tapi info terbaru sudah surut. Tinggal yang di Babatnya karena hujan di hulu akhirnya air larinya ke sana (Babat)," jelasnya.

Untuk mengatasi banjir di Babat ini, Jupri menyebut jika pihaknya telah mengupayakan untuk melakukan penyedotan dengan menggunakan pompa air dengan kapasitas penuh. Selain itu, pihaknya juga telah mengupayakan untuk menambah pompa air dan berkordinasi dengan Pemprov Jawa Timur dan pihak BBWS Bengawan Solo.

"Kita usahakan pompa yang kita punya di sana sudah kapasitas penuh, 1.500 liter per detik di mana pompa air ini sudah langsung aktif ketika ada genangan. Kita juga upayakan untuk menambah pompa air dengan pinjam ke Provinsi dan ke BBWS. Namun, saat ini posisinya masih di Sampang, sedangkan kalau BBWS masih dijanjikan," terangnya.

Upaya penanggulangan banjir di Babat ini, lanjut Jupri, kerap dihadapkan beberapa kendala, yakni banyaknya sampah dan enceng gondok sehingga pompa sering buntu saat melakukan penyedotan. Jupri mengimbau, agar warga setempat lebih meningkatkan kesadarannya dan tidak membuang sampah ke kali.

"Kadang penyedotnya terbuntu sampah. Untuk drainase nanti kita ada kegiatan di sana, di selatan agro, pembersihan enceng gondok dan sampah yang ada di Kali Kunang Bedahan," paparnya

Sementara, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Muhammad Muslimin menambahkan, tinggi genangan banjir di Babat sekitar 25 cm hingga 50 cm yang meliputi Desa Plaosan, Bedahan, dan Kelurahan Babat akibat hujan malam selama kurang lebih 3 jam. Untuk upaya yang dilakukan di lokasi, kata Muslimin, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamongan telah melakukan assesment bersama unsur kecamatan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"Menyalakan 3 Pompa Air ukuran 500 dan 2 Pompa Air ukuran 150 untuk mengurangi debit Air. Kami juga melakukan pengecekan pada Dam yang belum dibuka penuh di Desa Banaran Dan Desa Plaosan Barat Pasar Agribis Semando," tambah Muslimin seraya menyebut jika tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir di Babat ini. (iwd/iwd)