182 Ribu Anak 6-11 Tahun di Sidoarjo Divaksin, Bupati Muhdlor: Ini Ikhtiar

Suparno - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 15:43 WIB
vaksinasi anak di sidoarjo
Vakisinasi anak usia 6-11 tahun (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo mulai melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Vaksinasi anak di Sidoarjo ini menyasar 182 ribu anak usia 6-11 tahun di Sidoarjo.

"Kita akan terus kebut vaksinasi anak. Ini penting untuk melindungi anak-anak kita. Vaksinasi adalah salah satu ikhtiar. Ini akan kita kebut dengan kolaborasi Dinas Kesehatan dan SD/MI di seluruh Sidoarjo," ujar Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali kepada wartawan, Kamis (16/12/2021).

Muhdlor menambahkan vaksinasi anak telah melalui kajian ilmiah oleh para ilmuwan. Vaksin untuk anak dinyatakan aman.

"Kita sayang semua kepada anak-anak Sidoarjo. Maka saya berharap para orang tua mengizinkan anaknya untuk divaksin. Sekaligus ini untuk mendukung pembelajaran tatap muka agar semakin terlindungi dari risiko penularan," papar Gus Muhdlor, sapaan akrab bupati muda tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman mengatakan program vaksinasi anak menggunakan vaksin Sinovac sesuai anjuran ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

"Vaksinasi anak ini akan dilakukan di semua Puskesmas di wilayah Sidoarjo. Total ada 27 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan yang juga melakukan vaksinasi dengan target setiap puskesmas 100 anak per hari. Nantinya setiap hari petugas vaksinasi dari dinas kesehatan akan turun ke sekolah dan puskesmas-puskesmas untuk memantau pelaksanaan vaksinasi sampai 60 hari ke depan," ujar Syaf.

Syaf mengimbau kepada para orang tua agar mengurus administrasi identitas anak sebagai salah satu proses untuk mendapatkan vaksin.

"Tentu saja anak juga harus dalam kondisi sehat tidak sedang sakit. Sedangkan bagi anak yang memiliki riwayat penyakit kronis harus mendapat surat rekomendasi dari dokter yang merawatnya," ujar Syaf.

Adapun untuk anak-anak penyandang disabilitas akan dijadwalkan sendiri dengan koordinasi dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Kemenag. (iwd/iwd)