Vaksinasi 25.741 Anak Usia 6-11 Tahun di Surabaya Ditarget Rampung 10 Hari

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 18:48 WIB
Vaksin anak usia 6-11 tahun di Surabaya
Vaksin anak di Surabaya (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya - Vaksin anak usia 6-11 tahun di Surabaya mulai dilakukan hari ini. Sebanyak 25.741 siswa dari 116 sekolah akan menjalani vaksinasi selama 10 hari ke depan.

"Gerakan vaksin kick off di Kota Surabaya dari Jatim, Surabaya kusus ada 116 sekolah yang hari ini vaksin dilakukan 25.741. InshaAllah akan kami sampaikan dalam waktu 10 hari ke depan. Tadi disampaikan Bu Gub akan datang vaksin Sinovac, akan kami lakukan seepatnya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau vaksinasi anak di SDN Kaliasin 1 Surabaya, Rabu (15/12/2021).

Vaksin anak ini, jelas Eri, agar pembelajaran tatap muka (PTM) digelar lebih nyaman dan aman. Sehingga peserta didik usia 6-11 tahun lebih terproteksi.

"PTM yang Insyaallah muridnya sudah vaksin. sehingga sama-sama menjaga Surabaya tetap menjadi teladan. Dan kami berharap COVID-19 bisa selesai," ujarnya.

Eri menjelaskan sore ini ada tambahan 30 ribu vaksin yang dikirim untuk Surabaya. Oleh karena itu, Eri menargetkan penyelesaian vaksin anak usia 6-11 tahun selesai dalam waktu 10 hari.

"30 Ribu untuk semuanya. Tapi kita juga tetap ada yang untuk lansia, hari ini kan Surabaya sudah 100% lebih yang untuk dosis 1 kalau dosis 2 juga 100%," sebutnya.

Sementara untuk izin wali murid, Eri memastikan siswa usia 6-11 tahun telah mendapat izin orang tua untuk vaksin. Jika diperbolehkan, bisa langsung divaksin.

Ia menambahkan vaksin di 116 sekolah dilakukan bertahap serentak. Sebab, pihaknya juga menghitung jumlah nakes. Nakes juga melayani semua warga Surabaya, bukan hanya anak saja.

Salah satu pelajar, Princeea Zelda (9) siswi kelas 3 SDN Kaliasin 1 mengatakan awalnya dia takut divaksin. Namun, setelah disuntik, ternyata tak sesakit yang dibayangkan.

"Rasanya kayak digigit semut dan bentar banget. Disuntik lagi ga papa (dosis 2), kemaren dikasih tahu mau vaksin sama pak guru. Waktu dikasih tahu mau suntik aku deg-degan dan takut. Aku kan bilang ke ayah, lalu aku takut gitu, abis gitu ayah bilang tenang-tenang aja itu kayak digigit semut. Tapi tadi pas suntik nggak nangis," pungkasnya.

(fat/fat)