Viral di Ponorogo Soal Calo SIM, Polisi Sebut Hoaks

Charoline Pebrianti - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 13:43 WIB
viral sim nembak di ponorogo
Unggahan di facebook yang viral di Ponorogo (Foto: Tangkapan layar)
Ponorogo - Di Ponorogo sedang viral sebuah unggahan di grup facebook soal SIM. Unggahan tersebut menanyakan tentang pembuatan SIM A dan C secara instan.

Ada dua unggahan soal tersebut. Pertama, 'Inpo Nembak SIM C Butuh cepet Yg bisa pasang WA di koment'. Yang kedua, 'Inpo ne lur, agen SIM A/C sg aman terpercaya n murah area ponorogo sek enek gk ya?'.

Polisi menegaskan unggahan viral tersebut adalah hoaks. Untuk mendapatkan SIM, warga harus melalui proses ujian dan tak bisa secara instan.

"Kasihan masyarakat kena hoaks, tujuan kita Ponorogo yang lebih baik lagi," tutur Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal kepada wartawan, Jumat (10/12/2021).

Ayip mengimbau warga Ponorogo agar tidak tergoda dengan calo. Sebab, saat ini banyak beredar SIM palsu. Sebaiknya, masyarakat untuk mendapatkan SIM harus melalui proses ujian, baik tertulis maupun praktek.

"Jangan tergoda bayar sekian, tinggal foto aja, nanti SIM dikirim, tidak bisa," imbuh Ayip.

Menurut Ayip, proses pembuatan SIM yang bersangkutan harus hadir di Satpas Polres Ponorogo. Mulai dari foto, sidik jari, retina mata, dan tanda tangan harus dilakukan pemohon sendiri.

"Jangan terbuai lalu dapat SIM palsu. Saat perpanjangan kita cek ternyata data nggak masuk. Itu terjadi di beberapa daerah," lanjut Ayip.

Ayip pun menegaskan calo SIM di Ponorogo dipastikan tidak ada. Sebab, selama ini memang belum ditemukan adanya calo.

"Bullshit kalau ada calo. Calo SIM tidak ada, ada layanan pengaduan, apabila tidak puas tinggal pencet di depan kantor. Kita menjurus ke presisi, buat SIM mudah," papar Ayip.

Selama ini, lanjut Ayip, masyarakat diperbolehkan menggunakan lapangan praktik untuk latihan. Warga bisa menggunakan lapangan praktik di atas jam 12 siang. Adanya ujian SIM ini diharapkan agar para pengendara menaati rambu-rambu lalu lintas.

"Orang yang menjadi korban lantas hampir 90 persen usia produktif dan tidak memiliki SIM, ironis," kata Ayip.

Sebab, saat pengendara tidak memiliki SIM. Mereka akan melanggar rambu lalu lintas. Contohnya, seperti pemahaman lampu lalu lintas. Saat warna lampu kuning, justru mereka akan mempercepat laju kendaraan.

"Seharusnya kan ketika lampu kuning itu persiapan, tapi disini malah digas. Warga di Ponorogo sendiri kurang memahami pentingnya berkendara," pungkas Ayip. (iwd/iwd)