Ragu Divaksin Selain Sinovac, Laju Vaksinasi COVID-19 di Kab Blitar Turun

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 11:29 WIB
vaksinasi di blitar
Foto: Erliana Riady
Blitar - Laju vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Blitar kembali mengalami tren penurunan. Ini karena masyarakat masih banyak yang enggan divaksin selain jenis Sinovac.

Dari tabel data Dinkes Pemkab Blitar dideskripsikan, pada tanggal 22 Oktober 2021 capaian vaksinasi di atas target 10 ribu/hari. Yakni mencapai 11.237 sasaran. Angka itu kemudian di kisaran 9.000/hari hingga 25 Oktober.

Kemudian terdata di tiap akhir pekan, capaian vaksinasi cenderung turun. Seperti yang terjadi pada tanggal 26 Oktober itu tercatat 4.292 sasaran. Dan hanya 98 sasaran pada pelaksanaan vaksinasi hari Minggu (28/11/2021).

Memasuki bulan Desember, bisa diperhatikan pada tabel tiap hari Rabu pasti jumlah sasaran mendekati target. Yakni di angka 9.133. Namun jumlah itu kemudian turun sampai angka 4375 pada tanggal 4 Desember.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Endah Woro Utami mengatakan, laju vaksinasi COVID-19 turun karena masyarakat memilih vaksin COVID-19 jenis Sinovac.

"Sejak awal vaksinasi selain Sinovac, nakes kami memang mengalami kendala terutama vaksin selain Sinovac. Sebagian besar warga menolak atau memilih mundur jadwal vaksin, menunggu stok Sinovac ada," tutur Woro kepada detikcom, Rabu (7/12/2021).

Penolakan warga pada vaksin selain Sinovac ini, tambahnya, karena beredarnya informasi tidak benar soal adanya Kejadian Ikutan PascaImunisasi (KIPI) pada vaksin selain Sinovac. Masyarakat takut mengalami efek samping pasca vaksinasi jika menggunakan jenis vaksin lain, seperti Moderna, Aztrazeneca maupun Pfizer.

"Bahkan saat awal penggunaan vaksin Moderna untuk masyarakat umum, capaian vaksinasi di Kabupaten Blitar pernah di bawah 200 orang atau sasaran karena masyarakat yang takut divaksin," ungkapnya.

Dari penelusuran detikcom terhadap dua warga yang telah menerima vaksin Moderna dan Pfizer, mereka tidak mengalami KIPI setelah dua dosis vaksin jenis tersebut diberikan.

"Saya hanya merasa pegal di lengan kiri yang disuntik Moderna. Alhamdulillah tidak demam, karena langsung minum obat pereda demam setelah vaksin itu. Dosis kedua juga begitu...aman kok," papar warga Wlingi, Purwahono.

Pengakuan sama juga diungkapkan Lia, warga Kademangan. Lia menerima vaksinasi Pfizer pada 13 Oktober lalu. Penyintas COVID-19 pada April lalu ini mengaku badannya hanya meriang usai mendapatkan vaksin produk kolaborasi Pfizer dan BioNTech ini.

"Awalnya saya takut juga. Tapi saya beranikan diri soalnya butuh untuk syarat perjalanan udara dan adanya stok hanya Pfizer. Setelah di vaksin, hanya meriang sedikit sih. Gak sampai demam. Aman kok semua," pungkasnya.

(fat/fat)