PVMBG Sebut Gemuruh Pagi Tadi Bukan Erupsi Semeru Tapi Guguran Awan Panas

M Rofiq - detikNews
Senin, 06 Des 2021 17:04 WIB
Kepala Pusat PVMBG, Kementerian ESDM, Andiani
Kepala PVMBG di Pos Pantau Semeru (Foto: M Rofiq/detikcom)
Lumajang - PVMBG membantah suara gemuruh yang terdengar warga adalah erupsi Gunung Semeru. Suara gemuruh itu guguran awan panas yang meluncur ke bawah. Jarak awan panas ini mencapai hingga 5 KM dari Gunung Semeru.

"Pada jam 04.00 WIB hingga 08.55 WIB itu terjadi guguran awan panas. Jam 03.30 WIB terjadi 2 kali, bukan erupsi. Jarak luncur dari awan panas ini mencapai antara 2,5-4 km dari puncak Gunung Semeru," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani kepada detikcom di Pos Pantau Semeru, Senin (6/12/2021).

Warga pun, jelas dia, diimbau menjauh dari radius hingga 11 KM dari area kawah. Sebab aliran di Besuki Kobokan, merupakan salah satu aliran guguran awan panas dan harus dihindari warga.

"Guguran awan panas itu meluncur di aliran Besuki Kobokan hingga 11 Km menurut hasil penelitian yang kami lakukan kemarin. Kami sarankan menjauhi daerah-daerah yang kemarin terkena awan panas guguran. 11 Km kami sarankan," tambahnya.

Sebelumnya, suara gemuruh disertai angin kencang dan debu beterbangan terjadi pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB. Padahal saat itu warga kekeuh kembali mengambil harta bendanya seperti pakaian dan hewan ternak seperti kambing dan pakaian. Warga beralasan kembali ke rumah karena memberi makan kambing, ayam, bebek dan hewan peliharaan lainnya agar tidak kelaparan.

Petugas pun menghalau dan menjemput warga yang nekat kembali ke rumah untuk menyelamatkan hewan ternak dan benda-benda berharga lainnya.

Bahkan pengungsi yang berada di Balai Desa Sumberwuluh, Lumajang, dipindahkan ke lapangan setempat dan Kecamatan Candipuro. Rupanya petugas mendapat informasi jika suara gemuruh tersebut terjadi karena Gunung Semeru sedang mengalami erupsi. (fat/fat)