Round-up

Saat Erupsi Gunung Semeru Renggut Belasan Jiwa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Des 2021 08:19 WIB
Surabaya -

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Belasan orang meninggal dalam peristiwa itu.

Dalam data dari Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, hingga kini ada 5.205 masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Sebanyak 1.300 orang di antaranya telah mengungsi.

Jumlah korban jiwa juga bertambah menjadi 14 orang hingga Minggu (5/12) pukul 17.30 WIB. Untuk korban luka berjumlah 56 orang. Terdiri dari 35 orang luka berat, dan 21 orang luka ringan.

Gunung yang berada di Lumajang dan Malang itu mengeluarkan awan panas guguran (APG). Agus (40) merupakan salah satu warga Lumajang yang selamat dari terjangan awan panas. Saat itu, dirinya dan beberapa warga lainnya tengah berada di warungnya di kawasan lereng gunung.

Ia mengaku bersama warga lainnya langsung lari ke kamar mandi warung, saat awan panas datang tepat di depan matanya. Di dalam kamar mandi itu, ia dan 5 warga lainnya terjebak hingga 2 jam.

"Langsung bersembunyi di kamar mandi itu. Ada 5 orang. Hampir 2 jam kami terjebak di dalam kamar mandi sebelum datang bantuan," tutur Agus kepada detikcom, Minggu (5/12/2021).

Sebagian pengungsi Semeru kembali ke rumahnya di Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang. Mereka ingin melihat kondisi rumahnya dan berusaha mengambil harta benda yang masih tersisa usai Semeru erupsi.

Namun saat di lokasi rumahnya, mereka tidak lagi melihat bangunan. Yang ada hanya hamparan luas pasir dan abu vulkanik dengan pohon kelapa yang warnanya tidak lagi hijau. Harapannya untuk mencari sisa-sisa harta bendanya pun musnah sudah. Uang, kendaraan, hewan ternak serta surat-surat penting yang dimiliki pun tidak tampak lagi.