Hamil 9 Bulan, Pengungsi Semeru Menunggu Waktu Melahirkan

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 18:22 WIB
pengungsi gunung semeru
Salah satu lokasi pengungsi semeru (Foto file: M Rofiq/detikcom)
Surabaya -

Dua dari 98 korban luka bakar erupsi Gunung Semeru seorang ibu hamil dengan usia kandungan 8 dan 9 bulan. Keduanya berada di posko pengungsian. Tim medis di posko kesehatan siap-siap membantu ibu yang hamil usia 9 bulan itu bila melahirkan sewaktu-waktu.

Kepala Puskesmas Penanggal Lumajang, dr Lya Aristin mengaku bisa saja si ibu melahirkan dalam waktu dekat.

"Bisa terjadi, bisa melahirkan sewaktu-waktu. Tapi tempat pengungsian ada posko kesehatan yang bisa diakses setiap saat," kata dr Lya saat dihubungi detikcom, Minggu (5/12/2021).

Dia menyebut di tempat pengungsian, ada beberapa bayi yang baru dilahirkan. Mulai usia 1 hingga 2 tahun. Bantuan untuk bayi-bayi tersebut juga sudah banyak.

"Banyak, sudah banyak bantuan," jelasnya.

Hingga kini masih ada 3 pasien yang masih dirawat, meski Sabtu (4/12) sempat overload. Sementara pasien-pasien lainnya sudah kembali ke tempat pengungsian.

"Sudah aman (Kapasitas pasien), sudah kembali ke pengungsian. Mereka yang luka ringan pergi kembali ke pengungsian tanpa sepengetahuan petugas puskesmas," pungkasnya.

Sebelumnya Puskesmas Penanggal sempat overload karena menerima pasien korban Semeru erupsi. Mereka berdatangan dan dirujuk ke puskesmas atau RS. Puskesmas Penanggal sempat mengeluhkan stok oksigen dan obat-obatan bagi korban luka bakar.

Simak Video 'Momen Petugas Evakuasi Wanita Korban Erupsi Gunung Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)