Lumpur Setinggi Lutut Hambat Evakuasi 10 Warga Terjebak Erupsi Semeru

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 23:11 WIB
gunung semeru erupsi terjadi hujan kerikil dan lumpur
Warga merasakan hujan lumpur dan kerikil (Foto: Istimewa)
Lumajang -

10 Warga Curah Kobokan, Kabupaten Lumajang, terjebak dan sulit dievakuasi dampak Gunung Semeru erupsi. Sulitnya medan jalan dan lumpur setinggi lutut jadi penghambat evakuasi. Sehingga kendaraan biasa belum mampu mengevakuasi para korban yang terjebak tersebut.

"Evakuasinya lamban karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi. Karena lumpur setinggi lutut," kata Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, Sabtu (4/12/2021).

Untuk mempermudah evakuasi, Pemkab Lumajang dibantu komunitas Jeep. Bantuan ini diharapkan bisa segera mengevakuasi warga yang terjebak.

"Kami juga dibantu komunitas Jeep, sampai saat ini masih proses evakuasi mudah-mudahan sisa bantuan ini segera bisa terevakuasi," jelasnya.

Indah menambahkan sekitar 300 KK warga Curah Kobokan sudah dievakuasi. Warga yang mengungsi lantaran sebagian besar rumahnya hancur. Rumah-rumah itu berada di kawasan Curah Kobokan. Sehingga sebagian besar warga mengungsi di Balai Desa Penanggal.

Tahun lalu, kata Indah, Pemkab Lumajang membuka tenda pengungsian di lokasi. Namun, saat ini tidak memungkinkan membuka tenda bagi warga yang mengungsi lantaran dikhawatirkan ada lahar susulan.

Sebelumnya, Gunung Semeru erupsi sekitar pukul 14.47 WIB. Warga pun berlarian menyelamatkan diri. Peristiwa ini membuat 1 orang meninggal di kawasan Curah Kobokan. 41 Korban mengalami luka bakar lahar panas, 2 di antaranya ibu hamil yang mengandung usia 8 dan 9 bulan.

Mereka dirawat di Puskesmas dan RS untuk perawatan intensif. Rata-rata korban mengalami luka bakar di wajah, tangan, kaki hingga sekujur tubuhnya.

(fat/fat)