Sumpah Palapa Gajah Mada Digagas Sejak Zaman Kerajaan Singasari

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 12:40 WIB
patung Gajah Mada di Pendapa Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Patung Gajah Mada di Pendapa Agung Trowulan (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Gajah Mada menjadi patih Majapahit termasyhur karena berhasil mempersatukan Nusantara. Sumpah Palapa yang ia ikrarkan ternyata gagasan Kertanegara, raja terakhir Singasari.

Pemerhati Sejarah Mojokerto Iwan Abdillah mengatakan Gajah Mada bertekad menyatukan Nusantara karena terinspirasi cita-cita Kertanegara. Yaitu raja terakhir Singasari yang memerintah tahun 1268-1292 masehi.

"Gajah Mada terinspirasi cita-cita Prabu Kertanegara yang menginginkan kerajaannya menjadi besar. Bahkan, lebih besar dari Kerajaan Sriwijaya. Menjadi pusat peradaban di zamannya," kata Iwan kepada detikcom, Sabtu (4/12/2021).

Kertanegara merupakan putra Wisnuwardhana dengan Jayawardhani. Ayahnya menjadi Raja Singasari tahun 1248-1268 masehi. Sedangkan ibunya putri Mahisa Wong Ateleng, serta cucu pendiri Singasari, Ken Arok dan Ken Dedes.

Menurut Iwan, Kertanegara gagal mewujudkan cita-cita besarnya itu. Karena raja Singasari terakhir tersebut tewas akibat pemberontakan Jayakatwang tahun 1292 masehi.

Jayakatwang kala itu menjabat Bupati Gelang-gelang di Madiun. Ia keturunan Kertajaya, raja terakhir Kadiri yang berkuasa tahun 1194-1222 masehi. Kertajaya lengser setelah dikalahkan Ken Arok. Kadiri pun menjadi Kerajaan bawahan Singasari.