Sumpah Palapa Gajah Mada Digagas Sejak Zaman Kerajaan Singasari

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 12:40 WIB
patung Gajah Mada di Pendapa Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Patung Gajah Mada di Pendapa Agung Trowulan (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
"Sayangnya keinginan Kertanegara itu kandas setelah Jayakatwang menyerang saat semua lengah terbuai kenikmatan dunia. Kertanegara dan pejabatnya terbunuh dalam peristiwa itu," terangnya.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan Sumpah Palapa yang diikrarkan Gajah Mada merupakan gagasan Kertanegara.

"Sumpah palapa itu sebenarnya gagasan Kertanegara, tapi belum terlaksana. Gayatri anak bungsu dari Kertanegara yang menikah dengan Raden Wijaya. Kemudian gagasan itu diamanahkan ke Gajah Mada pada masa Tribhuwana Tunggadewi," jelasnya.

Gajah Mada mengucap Amukti Palapa saat dikukuhkan menjadi Mahapatih Majapahit oleh Ratu Tribhuwana Tunggadewi tahun 1331 masehi. Sumpah menyatukan Nusantara itu diikrarkan Gajah Mada di hadapan para menteri dan ratu.

"Sumpah Palapa tertuang di Pararaton pupuh 7 bab 9 yang ditulis menggunakan Bahasa Sansekerta sekitar abad 16 masehi," tandas Wicaksono.

Sumpah Palapa:
Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa.

Jika telah menundukkan seluruh Nusantara dibawah kekuasaan Majapahit, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa.


(fat/fat)