Kediaman Gajah Mada di Mojokerto Saat Jabat Mahapatih Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 11:39 WIB
penampakan Candi atau Gapura Wringinlawang di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
Penampakan Candi atau Gapura Wringinlawang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Selama menjabat Patih Majapahit, Gajah Mada tinggal di kota raja yang kini menjadi wilayah Trowulan, Mojokerto. Kediamannya diyakini dekat dengan Candi atau Gapura Wringinlawang.

"Berdasarkan peta rekonstruksi MacLaine Pont (arsitek Belanda) dan Negarakertagama, di sebelah timur laut dari Kolam Segaran ada kediaman Patih Gajah Mada. Diduga letaknya di Wringinlawang," kata Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho kepada detikcom, Sabtu (4/12/2021).

Wicaksono menjelaskan letak kediaman Mahapatih Gajah Mada diduga dekat dengan Gapura Wringinlawang di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Karena situs peninggalan Majapahit ini berada di timur laut kota raja atau Wilwatiktapura.

Ia mengakui teori tersebut bisa saja salah. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada situs lain di timur laut kota raja Majapahit yang sampai saat ini belum ditemukan.

Hipotesis yang sama dicetuskan Mohammad Yamin dalam bukunya berjudul Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara. Oleh sebab itu, sejarawan sekaligus Menteri Penerangan era Presiden Soekarno ini menafsirkan celengan kuno yang ia temukan di sebelah barat Gapura Wringinlawang sebagai rupa Gajah Mada.

Terakota celengan berbentuk kepala manusia itu ditemukan Yamin saat ekskavasi sebelum bukunya terbit perdana tahun 1945. Sosok pada celengan tersebut berwajah bulat gemuk dengan tulang pipi dan dahi menonjol. Sorot matanya tajam dengan bibir tebal dan hidung besar.

"Di buku tulisan Yamin, saat ekskavasi ia menemukan figurin terakota itu yang menurut dia bisa saja Gajah Mada. Jadi, masih dugaan M Yamin. Namun diamini oleh semua. Parahnya, dimasukkan di buku-buku sekolah, padahal masih dugaan Yamin," jelas Wicaksono.

Hingga kini, menurut Wicaksono, belum ada satu pun sumber sejarah yang benar-benar sahih menjelaskan sosok Gajah Mada. Bahkan, Prasasti Mada yang dibuat Gajah Mada hanya menjelaskan renovasi Candi Singosari, Malang.

"Penafsiran Yamin tentang sosok Gajah Mada sah-sah saja sebelum ada data baru. Karena informasi figur Gajah Mada sangat-sangat terbatas," tandasnya.

Lihat juga Video: Rencana Sandiaga Uno Kembangkan Desa Wisata Kampung Majapahit

[Gambas:Video 20detik]




(fat/fat)