Toren, Menara Air Peninggalan Belanda yang Ikonik Kokoh Berdiri di Kota Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 07:19 WIB
toren air di lamongan peninggalan belanda
Toren air zaman belanda (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
"Dari segi geologi, Lamongan perkotaan ketika itu merupakan daerah akresi dari Bengawan Solo yang tanahnya berlumpur sehingga air tanah di daerah tersebut kurang baik untuk dikonsumsi. Perusahaan air minum ini akhirnya mendirikan toren air di Lamongan Kota sebagai alat menampung dan mendistribusikan air minum untuk mengatasi masalah tersebut," ungkapnya.

Secara umum, imbuh Navis, bangunan Toren ini menunjukkan ciri-ciri bangunan peninggalan kolonial Belanda. Tahun 1980-an, Toren ini juga pernah menjadi salah satu tempat keramaian yaitu menjadi lokasi nonton bareng dengan disediakan televisi berukuran besar.

"Di dalam Toren juga masih ada pipa besar yang dulunya pernah dipakai untuk mengalirkan air," tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah mengatakan, kondisi Toren Alun-alun saat ini masih terawat. Namun telah beralih fungsi menjadi ikon Alun-alun Kota Lamongan.

toren air di lamongan peninggalan belandaToren air di Lamongan peninggalan Belanda/ Foto: Eko Sudjarwo

Bangunan ini, tambah Rubikah, juga memiliki nilai sejarah terkait sejarah kolonial yang ada di Lamongan dan sejarah tentang berdirinya sebuah perusahaan air minum pada masa kolonial.

"Bangunan Toren ini memiliki nilai sejarah, terutama sejarah kolonial terkait berdirinya sebuah perusahaan air minum di masa itu," terang Rubikah.

Disparbud Lamongan, lanjut Rubikah, juga telah mengajukan Toren untuk ditetapkan sebagai cagar budaya peninggalan masa kolonial. Dalam beberapa kesempatan, pihaknya berusaha mengenalkan bangunan ini sebagai bangunan sejarah kolonial.

"Beberapa kali kami menggelar acara wisata sejarah ke anak-anak untuk mengenalkan bangunan yang memiliki nilai sejarah termasuk juga bangunan Toren ini," pungkasnya.


(fat/fat)