Gus Ipul Ungkap Mandataris Muktamar Habis, 80 Persen PWNU Setuju Regenerasi

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 21:40 WIB
Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Gus Ipul (Foto file: Muhajir Arifin/detikcom)
Pria yang menjabat Wali Kota Pasuruan ini menyebut mereka berempat sebenarnya sempat bertemu pada pertengahan November 2021. Sayangnya, pertemuan itu gagal mengambil kata sepakat. Akhirnya pertemuan pun ditunda. Namun, Ketum dan Sekjen ternyata tak pernah hadir dalam rapat lanjutan.

"Akhirnya Rais Aam mengambil keputusan untuk memerintahkan Muktamar NU tanggal 17 Desember 2021. Ini dilakukan karena kepengurusan PBNU berakhir pada 25 Desember. Jadi Muktamar harus dilakukan sebelum penerapan PPKM level III," kata Gus Ipul.

Sementara dalam zoom para ketua-ketua PWNU se-Indonesia kali ini, mayoritas mereka juga menyetujui muktamar digelar 17 Desember sesuai perintah Rais Aam.

"Rais Aam adalah jabatan tertinggi dan harus dihormati. Perintah Rais Aam jelas, jadi tidak ada alasan bagi PBNU untuk tidak mengikuti Rais Aam," kata Ketua PWNU Sumatera Selatan KH Amiruddin Nahrawi atau Cak Amir.

Cak Amir mengajak seluruh pengurus PBNU untuk menghormati keputusan Rais Aam.

"Ayo lah kita fair. Jangan takut Muktamar. Jangan hanya karena calon yang kalian dukung takut kalah, muktamar kalian undur-undur. Macam mana kalian ini berorganisasi," ujarnya.

Tak hanya itu, Cak Amir mengatakan, saat ini arus utama dan bahkan lebih dari 80 persen PWNU dan PCNU se-Indonesia menghendaki regenerasi.

Mereka ini tampak dari zoom bersama KH Yahya Cholil Staquf yang digelar hari ini. Mayoritas Ketua PWNU hadir dan mendukung Gus Yahya. Mereka di antaranya adalah Ketua Tanfidziyah Bengkulu, Sumsel, Sumbar, Lampung, Jateng, Jogja, Jatim, NTT, NTB dan Bali.

Selain itu juga ada Papua barat, Maluku, Malut, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kaltim, Kalsel dan Kalteng

Sementara Ketua PWNU Lampung yang juga ketua Panitia Muktamar Prof Mukri memastikan pihaknya siap menggelar Muktamar 17 Desember.

"Kami siap menjalankan perintah Rais Aam," ujarnya.


(hil/fat)