Lima Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Lamongan Ditutup

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 15:57 WIB
perlintasan kereta api
Perlintasan kereta api di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Sebanyak 5 titik perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Lamongan ditutup. Penutupan perlintasan rel KA ini akan dilakukan secara bertahap hingga bulan ini.

Manager Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif kepada wartawan menuturkan kelima perlintasan tanpa palang pintu yang ditutup meliputi kawasan Surabayan di Kecamatan Sukodadi hingga Kecamatan Pucuk, yakni Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 284, JPL 283, JPL 294, JPL 297 dan JPL 316.

"Penutupan ini akan dilakukan bertahap hingga bulan ini, dan terakhir di wilayah Pucuk," kata Luqman Arif saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/12/2021).

Selain menutup jalur perlintasan, kata Luqman, juga sudah ada 3 titik perlintasan yang ukurannya kurang lebih 800 meter kini telah dijadikan satu. Ke depan, aku Luqman, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penutupan lagi di Lamongan.

"Penutupan ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kecelakaan kereta api," ujar Luqman seraya meminta warga agar tidak membuat jalan alternatif karena sangat berbahaya.

Sebelum penutupan, terang Lukman, akan dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah kabupaten, Dinas terkait, Pemerintah Desa, dan warga setempat. "Kami lakukan koordinasi terlebih dahulu. Kalau tidak ada masalah, tentunya langsung dilakukan penutupan setelah terjadi kesepakatan," jelas Luqman yang mengimbau warga untuk menaati rambu di sepanjang rel KA yang ada.



Sementara, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan Tony Ariantoro mengatakan ditutupnya perlintasan tersebut sesuai Permen Nomor 94 tahun 2018. Tony menyebut, penutupan perlintasan tersebut merupakan kewenangan PT KAI.

"Benar, perlintasan sebidang yang jaraknya kurang dari 800 meter maka diharuskan untuk ditutup salah satu, dan di Lamongan terdapat ± 120 lintasan, di antaranya 42 lintasan sebidang legal secara administrasi, dan selebihnya adalah perlintasan sebidang ilegal," ungkap Tony.

Untuk meminimalisir angka kecelakaan di perlintasan KA, Tony berharap, ke depan akan ada anggaran bagi para penjaga perlintasan yang dinilai legal yang dibiayai langsung oleh APBD kabupaten. Tony juga mengungkapkan, jika angka kecelakaan lalulintas di perlintasan KA tanpa palang pintu di Lamongan cukup tinggi dimana hingga saat ini tercatat sudah ada 23 orang meninggal dunia di 11 lokasi perlintasan sebidang di wilayah Lamongan.

(iwd/iwd)