Seorang Pria Hilang Setelah Terjun ke Sungai Brantas Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 14:05 WIB
pencarian korban lompat ke sungai brantas jombang
Pencarian korban lompat ke Sungai Brantas Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Seorang pria tenggelam di Sungai Brantas wilayah Jombang setelah sengaja melompat ke sungai tersebut. Hari ini operasi pencarian digelar hingga sekitar 15 Km dari titik tenggelamnya korban.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jombang Syamsul Bahri mengatakan korban adalah Imam Tohari (50), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang. Imam hanyut dan tenggelam di Sungai Brantas pada Selasa (30/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

Tepatnya di dekat jalur perahu tambang Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Menurutnya, saat itu operator perahu melihat Imam melompat ke Sungai Brantas dari tanggul. Padahal, arus sungai sedang deras.

"Operator perahu sudah mengingatkan korban agar tidak berdiri di pinggir sungai. Namun, korban malah menceburkan diri ke sungai yang saat itu arusnya kencang," kata Syamsul kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Melihat insiden tersebut, lanjut Syamsul, operator perahu tambang berupaya menyelamatkan korban dengan peralatan seadanya. Namun, Imam yang sempat hanyut sekitar 300 meter dari lokasi ia melompat, akhirnya tenggelam.

"Korban akhirnya tenggelam, sampai saat ini belum kami temukan," terangnya.

Operasi pencarian terhadap Imam pun digelar mulai pagi tadi. Pencarian korban dilakukan Tim SAR gabungan Basarnas Surabaya, BPBD Jombang dan para relawan.

Komandan Tim SAR Chrise Ardytara menjelaskan pihaknya membagi tim menjadi 4 regu. Regu satu, dua dan tiga melakukan pencarian menggunakan perahu karet dengan menyusuri aliran Sungai Brantas sejauh 6,6 Km dari titik tenggelamnya korban.

Sedangkan regu 4 memantau dari darat di beberapa titik sampai wilayah Kesamben, Jombang sekitar 15 Km dari lokasi tenggelamnya korban.

"Khusus regu satu menyisir sisi kanan dan kiri sungai dan berputar-putar supaya korban mengapung," tandasnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(iwd/iwd)