5 Fakta Bendungan Tugu Trenggalek yang Diresmikan Jokowi

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 12:18 WIB
Lima Fakta Bendungan Tugu Trenggalek Yang Diresmikan Jokowi
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek -

Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Tugu, Trenggalek akhirnya tuntas dan diresmikan Presiden Jokowi. Pembangunan bendungan berkapasitas 12 juta juta meter kubik harus melalui jalan berliku selama 7 tahun.

Inilah sederet fakta terkait pembangunan Bendungan Tugu di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek.

Direncanakan Tahun 1984

Proyek Bendungan Tugu mulai digagas oleh pemerintah sejak tahun 1984, yang dimulai dengan sejumlah studi pendukung. Pembangunan waduk diproyeksikan memiliki multifungsi, mulai dari pengairan, pembangkit listrik, wisata hingga pengendali banjir.

Mulai Dibangun di Era SBY, Selesai di Era Jokowi

Realisasi pembangunan bendungan mulai dilakukan pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ditandai dengan ground breaking pada 29 Januari 2014 oleh Wakil Menteri PUPR kala itu Hermanto Dardak. Pembangunan yang menggunakan anggaran tahun jamak dari APBN itu selesai pada akhir 2021.

Konflik Sosial

Pembangunan waduk di Trenggalek tersebut tidak lepas dari konflik sosial di masyarakat, terutama menyangkut upaya pembebasan lahan. Berbagai reaksi masyarakat sempat muncul dan mengiringi tahap pembangunan. Bahkan aksi unjuk rasa juga sempat terjadi.

Anggaran Bengkak

Hingga tahap akhir pembangunan, alokasi anggaran pembangunan Bendungan Tugu mengalami peningkatan signifikan. Dari rencana awal sekitar Rp 500 miliar membengkak hampir empat kali lipat, menjadi Rp 1,69 triliun.

"Pembengkakan anggaran ini terjadi karena ada persoalan di pondasi yang harus diperbaiki, kemudian penanganan longsoran di lereng dan ada berapa persoalan teknis lain," kata Kepala BBWS Brantas M Rizal, Rabu (1/12/2021).

Pembangunan Molor dari Target Awal

Progres pembangunan bendungan di Desa Nglinggis tersebut tak semulus yang direncanakan. Awalnya pelaksanaan pembangunan diproyeksikan memakan waktu selama empat tahun atau tuntas pada 2017. Namun faktanya, penyelesaian pembangunan molor dan berubah menjadi akhir 2021.

"Kalau molornya itu lebih karena persoalan sosial, karena sulit diprediksi, kami harus pendekatan ke masyarakat dan sebagainya, butuh proses," jelasnya.

Tuntasnya pembangunan waduk tersebut membawa harapan besar bagi masyarakat Trenggalek, karena salah satu fungsinya adalah untuk mengendalikan potensi banjir. Selain itu Bendungan Tugu juga akan menjadi destinasi wisata, mengingat lokasinya yang strategis berada di pinggir jalan nasional dan berdampingan langsung dengan kawasan rest area Anjungan Cerdas.

Bendungan Tugu Trenggalek memiliki daya tampung air 12 juta meter kubik, dengan luas area genangan mencapai 41,8 hektare. Waduk di perbatasan Trenggalek-Ponorogo tersebut diproyeksikan dapat mengairi lebih dari 1.200 hektare lahan pertanian dan sebagai instrumen pengendali banjir.

(fat/fat)