Alumni FK Unair Ajak Anak Difabel Kumpulkan Sampah Plastik untuk Berbagi

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 19:38 WIB
Alumni FK Unair Ajak Anak Difabel Kumpulkan Sampah Plastik Untuk Berbagi
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Alumni FK Unair angkatan 1997 membuat gerakan sedekah sampah plastik. Sekaligus memperingati Dies Natalis ke-108 Unair.

"Dampak sampah plastik tidak bisa dianggap sepele. Karena membahayakan keberlangsungan rantai makanan, mencemari air dan tanah, polusi udara, hingga pemanasan global yang sangat besar dampaknya bagi kelangsungan hidup umat manusia," kata Dekan FK Unair Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K) kepada wartawan di FK Unair, Minggu (28/11/2021).

Dari 192 negara di dunia, jelas dia, Indonesia menduduki posisi nomor 2 terbesar sebagai penyumbang sampah plastik di lautan. Menurut hasil penelitian LIPI, selama pandemi COVID-19, sampah plastik rumah tangga lonjakan sampai 5 kali lipat akibat dari peningkatan belanja online yang kemasa menggunakan plastik.

Dengan data riset sampah plastik, lanjut Prof Budi Santoso, Alumni FK Unair angkatan 1997 membuat gerakan sedekah sampah plastik. Sekaligus memperingati dies natalis Unair ke-108.

Sementara Wakil Dekan II FK Unair, Dr dr Hanik Badriyah Hidayati SpS (K) menjelaskan, gerakan sedekah sampah plastik ini juga mengajak difabel. Dimana sampah plastik yang dikumpulkan ini ditukarkan sembako, kemudian diberikan kepada difabel.

"Alumni FK 1997 mengalurkan bantuan diberikan kepada Yayasan Peduli Kasih ABK yang dikelola oleh dr Sawitri (alumni FK Unair). Semoga apa yang kami lakukan menginspirasi banyak orang atau lembaga untuk lebih peduli pada para difabel," jelas Hanik.

Ia berharap, masyarakat lebih sadar akan limbah sampah plastik. Para akademisi juga diharapkan bisa melakukan inovasi pengolahan sampah plastik, dan pemerintah mendukung perusahaan pengolah limbah plastik.

Selain dari FK Unair dan anak-anak difabel, panitia juga menerima sampah plastik dari masyarakat. Setelah menyetor sampah, akan mendapat sembako serta berbagai bentuk bantuan lain dari panitia pengabdi masyarakat.

"Kemudian, sampah plastik yang terkumpul tersebut oleh panitia akan disalurkan ke pengepul dan dikirim ke perusahaan atau pabrik pengolah limbah plastik. Jadi tujuan dari kegiatan sedekah sampah ini ganda. Selain peduli dengan difabel sekaligus untuk penyelamatan bumi," ujarnya.

Dr Sawitri, pengelola Yayasan Peduli Kasih dan mantan dosen FK Unair turut senang dan berterima kasih. Sebab. Telah peduli akan lingkungan dan anak-anak difabel.

"Saya berbahagia sekali karena almamater saya, adik-adik saya, bahkan mungkin ada sebagian yang anak-anak mantan mahasiswa saya yang perhatian kepada saya," tutup Sawitri.

(fat/fat)