Mengenang Surabaya Sebagai Barometer Musik Rock Indonesia

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 09:29 WIB
kaset lagu-lagu indonesia
Foto: Istimewa (Dok IG Log Zhelebour)
Surabaya -

Surabaya disebut sebagai barometer musik rock Indonesia mulai tahun 1980 hingga 2000 awal . Namun makin ke sini, julukan tersebut meredup.

Pengamat Musik Surabaya Tri Priyo Wijoyo mengatakan Surabaya disebut sebagai barometer musik rock karena pada masa itu banyak musisi dan band rock yang lahir dari Kota Pahlawan. Contohnya Power Metal, Grassrock, Kamikaze, Andromeda, Boomerang, Dewa 19, hingga Padi.

Bahkan, lanjut Tri, tahun 1970-an telah ada band rock AKA asli Surabaya. Band itu digawangi Ucok, Arthur Kaunang, Syech Abidin, dan Soenata Tanjung. Band ini sempat mengguncang panggung rock tanah air yang identik dengan aksi-aksi ekstremnya.

"Sebelum 1980-an, Surabaya bahkan sudah memiliki band AKA yang berasal dari singkatan Apotik Kali Asin. Asli Surabaya itu. Yang kemudian Ucok keluar dan berganti menjadi SAS yang berasal dari singkatan Syech Abidin, Arthur dan Soenata," ujar Tri kepada detikcom, Sabtu (27/11/2021).

Lebih jauh Tri menuturkan, pada 1960-an, Surabaya juga sudah melahirkan band beraliran rock bernama Dara Puspita, dengan hits-nya 'Surabaya Oh Surabaya'. Band yang seluruh personelnya perempuan ini bahkan sempat dilarang oleh pemerintah Orde Lama waktu itu.

"Terus di tahun yang lebih awal lagi 1960an itu grup band perempuan dari Surabaya namanya Dara Puspita. Personelnya cewek semua itu yang pernah membawa lagu 'Surabaya Oh Surabaya itu'. Itu alirannya rock. Walaupun saat itu masih sederhana. Ya kan tahun 1960 kan alat masih terbatas. Dan itu seangkatan dengan Koes Plus," terang Tri.

"Iya itu yang juga sempat ditangkap sama Koes Plus saat pemerintahannya Pak Karno waktu itu. Kan waktu itu pemerintah sangat anti dengan musik kebarat-baratan," imbuhnya.

Menurut Tri, puncak kejayaan musik rock di Kota Pahlawan dimulai pada 1980 hingga awal tahun 2000. Pada masa itu, berbagai band yang lahir di Surabaya sukses di industri musik di panggung Tanah Air.

Tri menjelaskan lahirnya band-band beraliran cadas di Surabaya tak lepas dari demam rock dunia. Hal itu kemudian ditambah adanya event atau festival musik rock yang digelar oleh Log Zhelebour, promotor kenamaan waktu itu.

"Tahun 1984 itu juga ada promotor besar Pak Log Zhelebour membuat festival rock Indonesia itu. Itu Pak Log juga asli Surabaya. Nah, dari situ band-band asal Surabaya banyak menjadi juara dan kemudian ditawari rekaman. Salah satunya Power Metal itu," papar Tri.

"Band lain juga yang sukses di pentas nasional seperti Boomerang itu juga di bawah naungan Pak Log. Jadi kira-kira seperti itu rangkaian musik rock atau metal di Surabaya yang dijuluki barometer rock Indonesia," tandas Tri.

Simak juga 'Belum Lama Umumkan Rehat, Bagindas Kembali dengan Genre Musik Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/fat)