Apresiasi Warganya Mundur dari KPM-PKH, Mas Dhito Sebut Kesejahteraan Meningkat

Andhika Dwi Saputra - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 18:07 WIB
kpm pkh di kediri
Banyak warga Kediri mengundurkan diri daro program KPM PKH (Foto: Andhika Dwi Saputra)
Kediri - Warga Kediri banyak yang mengundurkan diri secara mandiri dari program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi hal tersebut.

Pengunduran diri itu menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melihat jumlah kepesertaan KPM PKH yang mengundurkan diri secara mandiri sampai angka 7.773 KPM, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini menyatakan, jangka panjang pemerintah menargetkan tidak ada lagi penerima manfaat. Capaian target itu dapat terwujud bilamana warga sudah naik pada tatanan level sejahtera.

"Tentunya kami berterimakasih kepada para petugas pendamping PKH yang telah bekerja keras membantu pemerintah menyelesaikan masalah kemiskinan di masyakat," kata Mas Dhito kepada detikcom, Rabu (24/11/2021).

Koordinator PKH Kabupaten Kediri Totok Agung Pujiarto menatakan sampai bulan September 2021, tercatat yang telah keluar dari kepesertaan PKH sejak 2018-November 2021 sebesar 38.633 KPM PKH. Adapun, KPM PKH yang keluar dari kepesertaan PKH dinamakan sebagai KPM graduasi.

"Jumlah itu (38.633) ada yang graduasi secara alami, ada yang sejahtera mandiri, ada pula yang tergraduasi by sistem karena data kependudukannya belum padan," Jelas Totok.

Totok menjelaskan yang dimaksud KPM Graduasi secara alami yakni keluar dari kepesertaan karena sudah tidak memiliki persyaratan komponen PKH. Komponen itu meliputi ibu hamil, balita, anak sekolah mulai SD, SMP, SMA, lansia dan disabilitas berat. Adapun jumlahnya sebanyak 28.645 KPM.

Kemudian, graduasi sejahtera mandiri yakni mereka yang keluar karena mengundurkan diri atas kesadarannya karena sudah sejahtera. Jumlahnya, sebanyak 7.773 KPM. Adapun, yang tergraduasi by sistem, karena data kependudukan belum padan dengan DTKS sebanyak 2.215 KPM.

"Kita akan mendorong supaya KPM PKH dapat sejahtera dan mandiri, dan itu adalah salah satu tugas dari pendamping PKH," ucapnya.

Untuk mencapai target itu, dalam setiap pertemuan bulan bersama KPM PKH, selalu disampaikan modul FDS (Family Development Session). Salah satunya adalah modul ekonomi yang berisi tiga sesi tentang pengelolaan keuangan keluarga, cermat meminjam dan menabung, terakhir merintis usaha.

"Harapannya KPM PKH dapat meningkat pengetahuannya dalam bidang ekonomi keluarga dan dengan rintisan usaha kecilnya, dapat meningkatkan taraf hidup menuju sejahtera dan mandiri," pungkas Totok. (iwd/iwd)