Bubarkan Balap Liar, Polisi Trenggalek Amankan 67 Sepeda Motor

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 18:41 WIB
Satlantas Polres Trenggalek Amankan 67 Sepeda Motor
Motor balap liar diamankan (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Satlantas Polres Trenggalek mengamankan 67 sepeda motor diduga ikut aksi balap liar di Jalan Raya Ngadirenggo, Pogalan. 70 Persen remaja yang terlibat masih di bawah umur.

Wakapolres Trenggalek Kompol Heru Dwi Purnomo, mengatakan pengungkapan aksi balap liar itu dilakukan oleh anggota Satlantas Trenggalek pada Minggu dini hari. Saat anggota polisi mendatangi lokasi, ratusan remaja tengah berkerumun di area balap liar.

Mengetahui kedatangan polisi, para pelaku dan penonton balap liar semburat bubar dan berusaha melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor masing-masing. Namun jajaran Polres Trenggalek telah melakukan antisipasi dengan memblokir kedua jalur keluar dengan truk.

"Itu kejadiannya sekitar pukul 1.30 WIB di Jalan Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan. Saat itu Satlantas Trenggalek mengamankan 67 kendaraan sepeda motor," kata Heru, Senin (22/11/2021).

Puluhan kendaraan tersebut selanjutnya langsung diangkut menggunakan truk polisi dan diamankan di Polres Trenggalek guna proses hukum lebih lanjut.

Heru menambahkan, dari hasil pendataan, sekitar 70 persen remaja yang terlibat masih berstatus anak-anak atau di bawah umur. Dalam penindakan kasus ini, polisi memberikan sanksi tilang dan diajukan ke persidangan.

"Penindakan ini juga sekaligus dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2021. Kami berharap ke depan tidak ada lagi balap liar seperti ini," jelasnya.

Wakapolres menambahkan, dalam operasi itu pihaknya menemukan sejumlah sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan. Beberapa perlengkapan diganti dengan perlengkapan yang tidak standar, termasuk knalpot brong atau bising, hingga penggunaan ban kecil.

"Untuk kendaraan tidak sesuai dengan spektek dikenai pasal 385 ayat 1 junto pasal 106, kemudian pasal 48 ayat 2 dan ayat 3 sedangkan untuk balap liar itu dikenakan pasal 297 junto pasal 115 huruf Undang-Undang 22 Tahun 2009," imbuhnya.

Rencananya, untuk bisa mengambil kendaraan tersebut, para pemilik kendaraan harus menunjukkan bukti pembayaran denda tilang serta mengganti perlengkapan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. (fat/fat)