Gangguan Vaginismus Tinggi di Surabaya, Per Bulan 12-15 Pasien Berobat

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 09:08 WIB
dr Eighty Mardiyan Kurniawati SpOG(K)
dr Eighty Mardiyan (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Vaginismus adalah disfungsi seksual terhadap vagina. Kondisi medis yang ditandai pengencangan otot di sekitar Miss V banyak dialami wanita. Sehingga menyebabkan kejang otot, nyeri, hingga penghentian pernapasan sementara.

Dokter RSIA Kendangsari Merr Surabaya, dr Eighty Mardiyan Kurniawati SpOG (K) mengatakan saat ini, tren wanita dengan kondisi vaginismus meningkat.

"Per bulan terdapat 12-15 pasien dengan usia 20-30 tahun dalam kondisi vaginismus," kata Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan, dr Eighty saat dikonfirmasi, Senin (21/11/2021).

Bahkan, jelas dia, dirinya pernah mendapat pasien hingga menikah 2 kali. Hal itu disebabkan tidak bisa berhubungan seksual.

"Dia sampai menangis minta harus dibantu, karena sejak pernikahan pertama ditinggal suaminya dengan alasan tidak bisa berhubungan seksual. Karena memang tidak bisa berhubungan seksual dan penetrasi," tambahnya.

Hubungan seksual seseorang, tambah Eighty, bukan segalanya pada suami istri. Tapi, antara suami dan istri tanpa hubungan seksual pasti menjadi hambar. Sebab, bagaimana pun juga hubungan seksual itu bukan hanya rekreasi, tapi juga meneruskan keturunan.

"Jangankan penetrasi penis, saya periksa saja tidak bisa. Gejalanya bukan hanya menutup, tapi keringat dingin, bahkan nangis sampai pingsan, di bawah alam sadar si pasien," ujarnya.

Dirinya mengembalikan lagi masing-masing pasangan tujuan menikah. Jika ingin meneruskan keturunan, maka harus memperbaiki hubungan suami istri sehingga bisa mendapatkan keturunan.

"Ada pasien sampai menikah 8 tahun berjalan, akhirnya suami ikut terganggu juga. Dia tidak meninggalkan istrinya, tapi yang tadinya bisa ereksi, sekarang jadi tidak bisa. Akhirnya pasien yang perempuan saya tawari untuk diobati ndak mau, karena suami sudah tidak bisa ereksi lagi. Ya sudah, karena mereka sama-sama tidak mempermasalahkan. Ini diobati kalau dua-duanya menjadi masalah, kalau tidak ya nggak apa-apa," pungkasnya.

(fat/fat)