Kutil Kelamin Banyak Diderita Pria, Langkah ABCDE Bisa Jadi Pencegahan

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 16:45 WIB
dokter spesialis kulit dan kelamin RS Unair, Dr dr Afif Nurul Hidayati SpKK(K)
Dr dr Afif Nurul Hidayati SpKK(K) (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Penyakit kondiloma akuminata atau kutil kelamin yang terjadi akibat infeksi menular seksual. Penyakit ini bisa dialami laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi lebih dominan diderita para pria.

Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Unair, Dr dr Afif Nurul Hidayati SpKK(K) mengatakan, kutil kelamin merupakan kondisi munculnya benjolan di sekitar area kelamin dan dubur. Sama seperti kanker serviks, kutil kelamin juga disebabkan karena virus HPV, terutama virus HPV 6 dan 11.

"Kutil kelamin merupakan infeksi menular seksual, sehingga berbicara hanya bisa terinfeksi melalui hubungan seksual. mengenai kutil kelamin yang dilakukan ada 5 hal yang dibisa untuk pencegahan," kata dr Afif kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

"Kalau masyarakat teredukasi dengan baik, tentunya langkah-langkah pencegahan kutil kelamin bisa dilakukan secara maksimal," ujarnya.

Ia juga menambahkan, kutil kelamin dapat diketahui dengan beberapa gejala, seperti adanya benjolan pada area kelamin, permukaan kulit seperti jengker ayam, keluarnya cairan putih dari kelamin (bukan sperma bagi laki-laki dan bukan keputihan pada perempuan), dan adanya luka pada area kelamin.

"Setelah ada gejala langsung diperiksa dan dipastikan ke dokter. Tetap waspada tapi tidak perlu terlalu takut, kalau ada gejala yang paling penting dipastikan dulu ke dokter penyakit menular menular atau tidak," jelasnya.

Ia mengatakan, jika awalnya kutil kelamin kecil, akan tetapi bisa berkembang menjadi tambah banyak. Kalau sudah terjadi, maka harus diobati agar tidak berkembang lebih banyak dan berubah menjadi ganas. Selain itu juga agar tidak menularkan ke pasangannya.

"Kutil kelamin itu jinak, tapi bisa kambuh. Diobati lagi, diobati lagi. Banyak pasien yang membuat frustasi. Vaksknasi HPV, sehingga tidak terjadi kutil kelamin dan menurunkan kekambuhan," katanya.

Selain itu, penyakit menular ini paling sering terjadi pada pria. "Sebetulnya tidak jauh berbeda potensi menderita kutil kelamin, laki-laki potensi tertular lebih tinggi dari wanita, potensi menetap juga," tambahnya.