Obat COVID-19 Unair Non Vaksin Merah Putih Diproduksi Akhir 2022

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 08:26 WIB
Koordinator Peneliti Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih
Koordinator Peneliti Unair Prof Nyoman (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Universitas Airlangga ( Unair ) kini tengah mengembangkan obat COVID-19. Obat COVID -19 dengan kode Unair 3 ini diharapkan bisa diproduksi akhir 2022.

Obat COVID-19 ini ada dua macam. Pertama yaitu kombinasi dari antivirus yang sudah ada. Lalu yang kedua, merupakan obat tunggal dari hasil riset tim peneliti dan Kimia Farma.

Obat ini juga telah diserahkan ke Kimia Farma untuk melakukan transfer teknologi.

"Mudah-mudahan kalau ini bisa tunggal komponen inovasi ya. Bisa untuk mengantisipasi masa yang akan datang," ujar Koordinator Peneliti Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih kepada detikcom di Surabaya, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Selain Vaksin Merah Putih, Unair Kembangankan Obat COVID -19Unair Kembangankan Obat COVID -19

Dia mengatakan, saat ini pihak Kimia Farma juga sedang melakukan proses pembuatan obat tersebut. Pasti sesuai standar yang telah ditetapkan.

"Mereka (Kimia Farma) juga akan melakukan uji pra klinis dan klinis obat tersebut dengan laboratorium yang berstandar. Karena kami tidak memiliki fasilitas tersebut, maka saat ini sedang dilakukan transfer teknologi," jelasnya.

Menurut Nyoman, bila mengikuti garis waktu dan proses transfer teknologi berjalan dengan baik, obat tunggal COVID-19 bisa diproduksi pada akhir tahun 2022.

"Sekarang itu lagi transfer teknologi. Mereka juga akan melakukan uji klinik dan pre klinik. Jadi kayknya akhir tahun 2022 sih kayaknya gitu. Yang saya tahu kemarin timeline. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kalau ini transfer teknologinya cepet kan mereka tingal upskiling.karena untuk uji pre klinik itu mereka butuh lebih banyak sekitar 100gram bahan yang kemaren kita pakai untuk pre klinik. Jadi memang kalau obat harus masuk skala lab karena kami tidak punya fasilitas itu," pungkasnya.

(fat/fat)