Viral Pengacara di Banyuwangi Hamburkan Uang Rp 40 Juta di Depan Kantor Polisi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 18:17 WIB
Banyuwangi - Seorang pengacara di Banyuwangi menghamburkan uang puluhan juta di depan Mapolsek Kota Banyuwangi. Video aksi pengacara itu viral.

Video berdurasi 2 menit 50 detik itu memperlihatkan sang pengacara masuk ke halaman Polsek Kota Banyuwangi. Si pengacara berjalan sambil berteriak mencari Kanit Reskrim Polsek Kota Banyuwangi.

"Kanit Reskrim keluar, keluar. Saya pingin ketemu Kanit Reskrim," teriak si pengacara sambil mengacungkan tangannya di dalam video.

Di teras mapolsek, si pengacara kemudian berbicara dengan nada keras bahwa ia tidak terima kliennya oleh polisi diarahkan atau diintervensi untuk tidak menggunakan advokat (pengacara). Ia menyebut tidak hanya sekali dua kali polisi melakukan itu sehingga pada akhirnya atas intervensi yang sifatnya menekan itu klien memutus kuasa advokat.

viral pengacara hamburkan uang Rp 40 jutaSi pengacara saat datang ke Polsek Kota Banyuwangi (Foto: Tangkapan layar)

"Apa, maksudnya apa. Apa maksudnya. Kami adalah advokat yang posisinya sama di hadapan hukum sebagai aparat penegak huhum," kata si pengacara.

"Gaji negara apa kurang, Ini saya terus terang mendapatkannya kuasa hukum Rp 40 juta. Ini silakan ambil semua," teriak si pengacara sambil mengambil uang di dalam tas dan menghamburkan uang pecahan Rp 50 ribu ke atas.

Uang itu terlihat berhamburan di depan Mapolsek Banyuwangi. Beberapa massa sempat berebut mengambil uang tersebut. Namun sebagian lagi berteriak untuk tidak mengambil.

"Jangan diambil. Ayo dikumpulkan," teriak salah satu warga.

Pengacara yang aksinya viral itu adalah Nanang Selamet. Nanang membenarkan tentang aksinya tersebut. Aksi itu terjadi hari ini, Senin (15/11/2021).

"Itu uang kuasa dari klien saya hamburkan. Saya terima kuasa ya Rp 40 juta. Apa kurang gaji polisi sehingga intervensi seperti ini," kata Nanang kepada detikcom, Senin (15/11/2021).

Nanang menatakan sebagai manusia biasa, pihaknya merasa tersinggung dengan perilaku oknum polisi tersebut. Hal tersebut menurutnya telah melukai marwah pengacara.

"Mohon maaf sebagai manusia biasa pengacara punya rasa ketersinggungan, apalagi menyangkut marwah advokat," kata Nanang. (iwd/iwd)