Tanggul Sungai Jebol 21 Meter, Puluhan Hektare Sawah di Tulungagung Terendam

Adhar Muttaqien - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 17:32 WIB
tanggul sungai di tulungagung jebol
Tanggul Sungai Kalidawir jebol sepanjang puluhan meter (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung -

Tanggul Sungai Kalidawir, Tulungagung jebol sepanjang puluhan meter. Akibatnya 42 hektare lahan persawahan yang ada di sekitar sungai terendam dan terancam gagal panen.

Jebolnya tanggul di Desa Tunggangri tersebut terjadi bersamaan dengan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Kalidawir. Tingginya debit air sungai mengakibatkan tanggul tanah itu ambrol.

"Tanggul jebol ini berada di aliran Sungai Kalidawir bagian hulu, yang terdampak panjangnya 21 meter, ketinggian 3 meter dan lebar atas 2,5 meter sedangkan kakinya 4-5 meter," kata Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Junaidi kepada detikcom, Jumat (12/11/2021).

Jebolnya pembatas sungai tersebut mengakibatkan air banjir dengan leluasa tumpah ke area persawahan yang ditanami aneka palawija. Luas genangan banjir di area persawahan sekitar mencapai 42 hektare.

"Yang jelas gagal panen itu di area dekat tanggul, karena terkena rusak kena aliran. Kalau yang lainnya saat ini masih terendam," ujarnya.

Junaidi menambahkan untuk proses penanganan tanggul tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta serta Pemkab Tulungagung. Rencananya pihaknya akan menutup area yang jebol dengan karung pasir. Namun hal tersebut mengalami kendala akses jalan.

"Kami kesulitan akses untuk mendatangkan material, karena tanggul-tanggul di sekitar sini banyak yang rapuh dan retak-retak. Kalau materialnya sudah siap di BBWS," jelasnya.

Junaidi berharap proses perbaikan tanggul bisa segera dilakukan, sebab saat ini masih musim penghujan, sehingga debit air sungai berpotensi mengalami peningkatan. Dengan percepatan penanganan diharapkan area persawahan milik warga dapat terselamatkan.

Lebih lanjut Junaidi menambahkan sekitar lokasi kejadian saat ini terdapat 60 meter tanggul yang kondisinya kritis, bahkan di beberapa titik mulai mengalami longsor dan retak-retak.

"Kalau di aliran sungai ini sedikitnya ada empat titik yang rawan jebol," tandas Junaidi.

(iwd/iwd)