Waspada Penipuan Bermodus Rekrutmen Guru Honorer di Trenggalek

Waspada Penipuan Bermodus Rekrutmen Guru Honorer di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 15:20 WIB
Bermodus Rekrutmen Guru Honorer, Aktivis LSM di Trenggalek Ditangkap Polisi
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Seorang aktivis LSM diduga melakukan penipuan bermodus rekrutmen guru honorer ditangkap Satreskrim Polres Trenggalek. Pelaku meminta uang dari korban senilai Rp 30 juta, yang diserahkan secara bertahap.

Kapolres Trenggalek AKBP Dwiasi Wiyatputera, mengatakan tersangka penipuan ini adalah Mudjib Fadlolli (43) warga Dusun Ngegong, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Trenggalek. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti satu lembar kwitansi penyerahan uang dan surat pernyataan.

"Jadi, tersangka ini diduga melakukan penipuan terhadap saudara WS warga Panggul, Trenggalek. Modusnya, tersangka menjanjikan bisa menjadikan istri korban menjadi guru honorer di salah satu SD di Panggul, tapi janjinya tidak terbukti," kata Dwiasi, Jumat (12/11/2021).

Kasus tersebut bermula pada 17 September 2019 lalu, Mudjib bertemu dengan korban di kantor LSM Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) di Kelurahan Tamanan, Trenggalek. Saat itu pelaku menawarkan pekerjaan guru honorer kepada istri korban.

Untuk meyakinkan aksinya, Mudjib menunjukkan rekannya yang disebut bisa memasukkan menjadi guru honorer daerah di salah satu SD. Mendengar pemaparan dari pelaku korban akhirnya tertarik dan sepakat untuk mendaftarkan istrinya.

"Untuk memuluskan rencana itu, pelaku meminta uang kepada korban totalnya Rp 30 juta. Uang itu diberikan tiga kali, terakhir diberikan Maret 2020," ujarnya.

Hingga enam bulan setelah penyerahan uang itu, istri korban tetap tidak bisa menjadi guru honorer daerah, namun hanya menjadi guru tidak tetap. Korban akhirnya meminta pertanggungjawaban pelaku.

Saat itulah tersangka Mudjib mengakui tidak sanggup lagi untuk mengusahakan istri korban untuk menjadi guru honorer daerah. Kemudian pelaku pun membuat surat perjanjian yang menyatakan sanggup untuk mengembalikan seluruh uang yang diberikan oleh korban.

"Dalam perjanjian itu pelaku sanggup mengembalikan maksimal bulan Agustus 2020. Namun karena tidak kunjung dikembalikan, akhirnya pada Oktober 2021 korban melaporkan kasus itu ke Polres Trenggalek," jelasnya.

Kapolres menjelaskan, setelah melalui rangkaian tahap penyelidikan, akhirnya pihaknya menangkap dan menetapkan Mudjib sebagai tersangka penipuan dan dijerat Pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Dwiasi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan iming-iming yang diberikan seseorang untuk dijadikan honorer daerah dengan imbalan sejumlah uang. Pihaknya menyarankan agar masyarakat memanfaatkan jalur resmi yang bisa dilihat melalui portal Badan Kepegawaian Negara (BKN). "Jangan mudah percaya," jelasnya. (fat/fat)