Menelusuri Aliran Sungai Tempat Banjir Bandang di Kota Batu Berawal

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 19:42 WIB
menelusuri Kalimati
Tim ProFauna menelusuri Kalimati tempat banjir bandang berawal (Foto: Dok. ProFauna)

Padahal wilayah itu, lanjut Rosek, merupakan kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

"Banyak ditemukan titik longsor. Ketika dilihat ke atas, ternyata ada lahan sayur. Padahal dulunya merupakan hutan lindung dan hutan produksi," imbuhnya.

Air akibat hujan deras selama hampir dua jam tersebut, kata Rosek, masuk ke ceruk- aliran sungai, membawa material longsor berupa lumpur, batu serta tanah.

Kebetulan dulunya ada kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno tahun 2019 silam. Sehingga ada banyak pohon mati yang tumbang.

"Pohon-pohon ini, banyak menyumbat atau membendung yang kemudian ambrol dan terbawa air ke hilir," tutur Rosek.

Rosek menegaskan, bahwa adanya pohon tumbang karena mati akibat kebakaran hutan masih cukup banyak. Jika turun hujan kembali, dengan intensitas tinggi dan lebih dari dua jam.

"Dan kami sangat khawatir, akan ada bencana susulan. Kemarin hujan dua jam saja seperti itu. Apalagi kalau seharian, karena masih sangat banyak pohon mati yang tumbang di atas," tegasnya.

Rosek menambahkan aliran sungai ini berbeda dengan sungai yang mengalami banjir bandang di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, di hari yang sama.

Namun, kesemuanya aliran sungai berhulu di lereng Gunung Arjuno. Dimana sudah banyak alih fungsi lahan dari hutan lindung atau hutang produksi ke pertanian sayur.

"Yang terjadi di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, bukan aliran sungai yang sama. Berbeda, tapi hulunya tetap di lereng Arjuno yang sudah 90 persen beralih fungsi dari hutan lindung atau hutan produksi menjadi pertanian sayur," pungkasnya.


(iwd/iwd)