Puluhan Anak yang Robohkan 50 Pohon Pisang Gegara Salam dari Binjai Diamankan

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 14:58 WIB
pohon pisang di lamongan rusak gegara salam dari binjai
Salah satu pohon pisang yang dirobohkan anak-anak (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - 50 Pohon pisang di Desa Surobayan, Sukodadi, Lamongan, roboh oleh ulah anak-anak yang terinsipirasi 'salam dari Binjai'. Anak-anak itu diamankan dan dikumpulkan di balai desa. Mereka meminta maaf.

Sekretaris Desa Surabayan Rendi Hardianto mengatakan begitu kasus perusakan puluhan pohon pisang itu viral, pihaknya segera bertindak. Perangkat desa langsung mencari tahu siapa anak-anak nakal tersebut.

"Lahan pisang yang dirusak milik 5 warga, pelakunya banyak, ada 10 anak yang berasal dari luar desa," kata Rendi kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

pohon pisang di lamongan rusak gegara salam dari binjaiFoto: Eko Sudjarwo

Aksi tersebut, kata Rendi, dilakukan pada sore dan malam hari selama 4 hari berturut-turut atau sejak Jumat (29/10). Mereka menjadikan pohon pisang sebagai sansak tinju. Mereka memukul, menendang, mengglayuti, dan menaiki pohon pisang hingga roboh.

Anak-anak tersebut akhirnya dapat diketahui dan dikumpulkan di balai desa. Orang tua mereka juga didatangkan. Di balai desa, pemilik pohon pisang juga dipertemukan dengan anak-anak tersebut serta orang tuanya. Namun pada akhirnya pemilik pohon pisang tidak meminta ganti rugi apapun karena pelakunya masih anak-anak.

"Korban tidak tega saat bertemu pelakunya yang masih anak-anak yang seusia anak SMP," kata Rendy.

Pada pertemuan Senin (1/11) kemarin, kata Rendi, para pelaku dan orang tuanya meminta maaf pada korban. Dari pengakuan pelaku, kata Rendi, aksi mereka terinspirasi dari video yang tengah viral di media sosial, yaitu salam dari Binjai.

"Pengakuannya, mereka ingin menirukan aksi video salam dari Binjai," kata Rendi.

Pihak desa berharap kenakalan anak-anak ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Orang tua anak-anak ini diminta untuk mengawasi dan membina anak-anaknya. "Kami berharap kejadian semacam ini tidak terulang," pungkas Rendy. (iwd/iwd)