Cerita Makam Ki Ageng Keniten di Nganjuk Pindah dari Selatan ke Utara Sungai

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 11:41 WIB
Jembatan Karangsemi di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Nganjuk disebut horor. Jembatan ini merupakan penghubung Kecamatan Gondang dan Tanjunganom.
Makam Ki Ageng Keniten/Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk - Makam Ki Ageng Keniten berada di Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang. Atau berada di sebelah utara Sungai Widas.

Namun menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, makam tersebut awalnya berada di selatan Sungai Widas. Yang masuk wilayah Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom.

"Konon makam ini berada di selatan Sungai Widas. Yang sekarang posisi di utara sungai," ujar Sekretaris Lembaga Adat Karangmangklo Desa Karangsemi, Kriswanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (2/11/2021).

Kriswanto menceritakan, sejarah Desa Karangsemi sangat berhubungan dengan Makam Ki Ageng Keniten. Ki Ageng Keniten merupakan raja kerajaan kecil bernama Pujon Manis.

"Dahulu masih banyak hutan rimba. Ada salah satu kerajaan kecil di Desa Pujon Manis (sekarang Karangsemi) dipimpin oleh Ki Ageng Keniten di bawah Kerajaan Mataram," kata Kriswanto.

"Ki Ageng Keniten yang konon sakti mandraguna pernah mokong (bandel) tidak setor upeti ke Kerajaan Mataram. Suatu saat beliau kena rayuan gadis penjual jamu di Pasar Ngareman yang kemudian oleh Ki Ageng Keniten diajak ke Kerajaan Pujon Manis. Ki Ageng Keniten terlena menyampaikan kelemahannya yang terletak di tenggorokan kepada gadis penjual jamu, yang ternyata putri dari pejabat Kerajaan Mataram," imbuhnya.

Lebih rinci Kriswanto menceritakan, karena sudah tahu kelemahannya, Ki Ageng Keniten diserang oleh Kerajaan Mataram. "Karena tidak ada persiapan maka Kerajaan Pujon Manis dapat dikalahkan dengan mudah dan akhirnya lari ke arah utara dan diadang oleh Prajurit Kademangan di Dusun Ngrajek. Lari lagi dan menyelinap di bawah pohon bendo dan melarikan ke Kadipaten Kandangan lalu melarikan diri ke arah utara dengan darah yang berceceran," tutur Kriswanto.

"Karena kena pusaka prajurit Mataram tersebut, lari sampai ke Desa Demangan dan sebelum meninggal ia berpesan kepada para pengikutnya bahwa nanti kalau meninggal supaya dikubur di sebelah utara Sungai Widas. Namun oleh prajurit dikubur di selatan Sungai Widas," ungkapnya.