Kecelakaan Nyaris Tewas Jadi Alasan Dokter di Blitar Bolehkan Pasien Utang

Erliana Riady - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 10:32 WIB
Erie Trijono adalah seorang dokter THT yang membuka prakter di Jalan Nusa Penida 36, Kota Blitar
Foto: Istimewa (Dok Pribadi)
Blitar -

Pengalaman spiritual saat mengalami kecelakaan lalu lintas membuat dokter Erie Trijono menyemai kebaikan dengan caranya sendiri. Dia melonggarkan pasiennya membayar obat dengan berutang. Bahkan menggratiskan bagi pasien tidak mampu dan anak yatim piatu.

Pengalaman empirik saat kecelakaan lalu lintas itu dialaminya tahun 2011. Saat itu, Erie dan istrinya mengendarai mobil mereka dalam perjalanan dari Kota Blitar menuju Kota Malang. Saat melintas di jalan kembar menuju Bendungan Lahor, Erie yang duduk di kursi kemudi tiba-tiba didera rasa kantuk.

Lalu, brak ! bunyi dentuman keras dan teriakan sang istri yang duduk di kursi depan kiri, membuyarkan lamunannya. Sebuah dahan pohon asam, menerjang masuk kaca mobil dan tertancap tepat di tengah, antara kursi yang diduduki dengan kursi istrinya.

"Saya sadar ketika banyak orang datang mengevakuasi. Saya hanya luka parah di kening, kalau istri luka parah di punggung dan harus operasi. Tapi semua orang saat itu bilang, kalau kecelakaannya seperti ini, biasanya penumpang depan tewas di lokasi kejadian," tutur pria 60 tahun ini kepada detikcom, Senin (1/11/2021).

Erie lupa, kapan tepatnya bulan dan tanggal kecelakaan lalu lintas tunggal itu terjadi. Yang diingat, pada tahun yang sama dia dan istrinya harus berangkat menunaikan kewajiban berhaji. Setelah sekitar tiga bulan mendapatkan perawatan intensif, pasutri ini akhirnya sehat kembali dan bisa berangkat ke tanah suci dan selamat selama perjalanan sampai kembali ke tanah air.

Berobat ke Dokter Ini Bayarnya Bisa UtangBerobat ke Dokter Ini Bayarnya Bisa Utang/ Foto: Erliana Riady

Baca juga: Keren, Berobat ke Dokter Ini Bayarnya Bisa Utang Lho

"Selama di tanah suci, saya tidak berhenti bersyukur diselamatkan dari kecelakaan itu. Saya masih bisa melihat, masih bisa berjalan sendiri menunaikan rukun haji dan pulang dengan selamat. Saat itu saya yakin, hanya kebaikan yang saya lakukan yang mampu mendatangkan pertolongan Allah kepada saya dan istri saat kecelakaan itu terjadi," ungkap dosen Universitas Islam Malang (Unisma).

Pascahaji, berkah hidup makin lancar tercurah. Erie mampu membangun klinik layanan THT sendiri, setelah beberapa tahun menumpang praktek bersama di gedung klinik kesehatan milik temannya.

Kemudian tahun 2012, rutinitasnya berdonor darah, mendapat penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama 37 tahun, Erie telah mendonorkan darahnya sebanyak 172 kali.

Baginya, donor darah penting dilakukan untuk menyelamatkan jiwa sesama. Kebaikan itu juga akan kembali kepada dirinya sendiri. Karena berkat donor darah, badannya makin sehat dan keberkahan hidup mengalir lancar dari Allah SWT.

"Saya ajarkan juga nilai kebaikan ini kepada dua anak saya dan mahasiswa saya. Ketika kita ikhlas menolong orang lain, maka segala kemudahan, kecukupan dan keberkahan dilimpahkan Allah," pungkas PNS di RSUD Mardi Waluyo Blitar ini.

(fat/fat)