Banyuwangi Bakal Perbanyak Event Olahraga Sepeda di 2022

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 31 Okt 2021 23:50 WIB
Banyuwangi disebut sebagai tempat terbaik untuk bersepeda di Indonesia. Untuk itu, tahun depan akan banyak event yang memanjakan para komunitas sepeda.
Banyuwangi Ijen Geopark Downhill 2021/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Banyuwangi disebut sebagai tempat terbaik untuk bersepeda di Indonesia. Untuk itu, tahun depan akan banyak event yang memanjakan para komunitas sepeda.

Banyuwangi memiliki Sirkuit BMX Muncar berstandar UCI (Union Cycle International), yang dikenal memiliki medan track luar biasa sulit. Bahkan sirkuit ini menjadi lokasi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) atlet sepeda tim nasional Indonesia.

Untuk pengguna sepeda gunung (MTB), Banyuwangi juga memiliki trek downhill di Gantasan Bike Park yang terletak di kaki Gunung Ijen. Bagi yang suka menanjak bisa mencoba rute ke Paltuding Gunung Ijen. Penghobi sepeda juga berburu spot di rute datar di Pantai Boom, dan banyak spot-spot menarik lainnya yang bisa didatangi.

"Saat ini sepeda telah digemari banyak orang. Banyak bermunculan komunitas-komunitas sepeda. Untuk itu tahun 2022 kami akan memperbanyak event sepeda," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Minggu (31/10/2021).

Sebenarnya Banyuwangi telah rutin menggelar berbagai event sepeda tiap tahun. Seperti International Tour de Banyuwangi Ijen yang telah meraih predikat excellent dari UCI, ada pula international BMX dan lainnya.

Namun itu semua harus terhenti akibat pandemi COVID-19. Membuat sejumlah agenda olahraga di Banyuwangi harus dibatalkan.

"Banyuwangi akan menghidupkannya kembali pada tahun depan. Kemasannya dibuat beda. Dan kami juga akan melengkapinya dengan atraksi-atraksi yang menarik" kata Ipuk.

Kini dengan melandainya kasus COVID-19, geliat olahraga di Banyuwangi berdetak kembali pada ujung 2021. Diawali dengan event Banyuwangi Ijen Geopark Downhill 2021 di Gantasan. Sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hadir di venue yang terletak di kaki Gunung Ijen tersebut. Protokol kesehatan ketat diterapkan karena acara ini berlangsung di tengah pandemi.