Penumpang Kapal Tujuan Sumenep Melahirkan Bayi Kembar Prematur

Ahmad Rahman - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 22:42 WIB
penumpang kapal menuju sumenep melahirkan bayi kembar
Penumpang melahirkan di kapal (Foto: Ahmad Rahman/detikcom)
Sumenep -

Seorang penumpang di Sumenep, Madura, melahirkan bayi kembar di atas kapal saat perjalanan dari Pulau Kangean menuju daratan Sumenep. Kondisi dua bayi prematur membutuhkan perawatan intensif sehingga langsung diturunkan di pulau terdekat.

Bayi kembar itu dilahirkan Urwana (20) warga Desa Gelaman Kecamatan Arjasa Pulau Kangean. Urwana didampingi suaminya Suryanto (25) naik KMP Munggiano Hulalo dari Pelabuhan Batu Guluk Kangean tujuan Sumenep dengan waktu tempuh sekitar 8-9 jam.

Dua bayi prematur itu lahir dibantu seorang bidan, yang saat itu juga menjadi penumpang kapal yang sama. Saat perjalanan selama 5 jam, Urwana mengaku sakit perut. Selang 1 jam, Urwana melahirkan bayi kembar. Persalinan dilakukan di ruang penumpang dengan alat seadanya.

"Berat bayi masing-masing 2.200 gram dengan panjang 44 cm dan lingkar kepala 29 cm, satunya berat 1.600 gram dan lingkar kepala 26 cm. Semuanya jenis kelamin perempuan," kata Novi, bidan yang membantu melahirkan di kapal, Sabtu (30/10/2021).

Novi menyebut usia kandungan sang ibu masih 36 minggu. "Biasanya orang melahirkan itu usia kandungannya 38-40 minggu," tambahnya.

penumpang kapal menuju sumenep melahirkan bayi kembarPenumpang kapal menuju sumenep melahirkan bayi kembar/ Foto: Ahmad Rahman

Melihat kondisi bayi dan ibu membutuhkan perawatan intensif, keluarga kecil itu kemudian diturunkan di pulau terdekat. Ini dilakukan agar segera mendapat perawatan medis yang lengkap.

Pihak kapal akhirnya menurunkan bayi kembar tersebut bersama orang tuanya di Pelabuhan Gayam Pulau Sepudi. Mereka langsung dirujuk ke Puskesmas Gayam untuk mendapat perawatan intensif.

Sementara Kepala Puskesmas Gayam, dr Nuruddin mengatakan, kondisi bayi satunya agak stabil dan satunya kurang stabil mengalami kedinginan (Hipotermi). Sehingga perlu dirawat ruang khusus di dalam inkubator sementara agar kondisinya segera stabil.

"Kondisi ibunya alhamdulillah stabil, bayinya satu stabil dan satunya yang lebih kecil mengalami kedinginan (Hipotermia) karena lahir di kapal mungkin, sehingga perlu perawatan dulu agar stabil," tambahnya.

Jika kondisinya sudah stabil, kemungkinan kedua bayi tersebut akan dirujuk ke RSUD Sumenep agar mendapat perawatan lebih maksimal.

(fat/fat)