Mahasiswa Universitas Brawijaya Berhasil Budi Dayakan Ikan Langka Axolotl

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 14:07 WIB
ikan axolotl
Ikan axolotl (Foto: Dok. Universitas Brawijaya)
Malang -

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) tengah serius mengembangbiakan ikan Axolotl. Ikan Axolotl adalah ikan langka yang berasal dari Meksiko.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Daffa Khairan(FPIK), Brillian Prastica(FPIK), Muhammad Setiawan Gusmi(FPIK), Rere Tara Mahameru (FPIK) dan Ali Akbar (FILKOM) dibawah bimbingan Mochammad Fattah.

Budidaya Axolotl dilakukan dengan teknologi water close-loop chiller systems. Teknologi ini memungkinkan ikan yang biasa disebut ikan salamander ini bisa beradaptasi dengan iklim Indonesia.

Ketua tim Daffa Khairan mengatakan Axolotl memiliki bentuk yang unik, sekilas seperti naga namun memiliki bentuk wajah tersenyum sehingga sering dikenal juga dengan sebutan 'Smiling Salamander'.

Hewan ini juga digunakan dalam penelitian ilmiah karena mereka memiliki kemampuan unik yaitu mampu meregenerasi hampir seluruh anggota tubuh.

ikan axolotlIkan axolotl dibudi dayakan dengan teknologi Aquaxo (Foto: Dok. Universitas Brawijaya)

"Dibalik potensi yang menjanjikan tersebut Axolotl sulit hidup di Indonesia dikarenakan parameter untuk memijahnya yang berbeda dari kebanyakan ikan lainnya," kata Daffa kepada wartawan, Kamis (28/10/2021).

Menurut Daffa, hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena hewan endemic Mexico ini memiiki habitat di danau Xochimilco dengan tinggi 2.240 mdpl sehingga memiliki parameter air yang berbeda terlebih pada suhu air.

Teknologi dinamai AQUAXO sebagai media budidaya ternyata mampu menjadikan Axolotl beradaptasi dan hidup dengan parameter iklim tropis Indonesia. Daffa mengungkapkan, AQUAXO menerapkan teknologi water close-loop chiller systems dan ternyata berhasil untuk membudidayakan hewan endemik ini.

Dengan teknologi ini, Axolotl yang dipelihara ini bahkan dalam satu kali produksi dapat menghasilkan ratusan telur.