Polisi Bungkam Soal Keracunan Massal yang Tewaskan 1 Orang di Nganjuk

Sugeng Harianto - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 14:49 WIB
polres nganjuk
Polres Nganjuk (Foto: Sugeng Harianto)
Nganjuk -

Dinas Kesehatan Nganjuk mencatat ada 60 an orang menjadi korban dugaan keracunan makanan hajatan nikah dan satu meninggal. Namun polisi masih bungkam dan belum memberikan statemen apapun.

Detikcom mencoba menghubungi Kapolres Nganjuk AKBP AKBP Jimmy Tana, namun HP Jimmy tidak aktif. Kemudian detikcom mengkonfirmasi ke Kapolsek Kertosono AKP Pramono namun Pramono meminta agar wartawan menghubungi humas Polres Nganjuk.

Saat dihubungi, Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto meminta agar mengkonfirmasi soal kasus itu ke Kasat Reskrim AKP I Gusti Agung Ananta.

"Langsung ke Kasat Reskrim," jawab Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto, dalam pesan WhatsApp yang diterima detikcom, Rabu (27/10/2021).

Selang beberapa waktu, Supriyanto mengirimkan pesan singkat WhatsApp kembali yang menyebutkan bahwa Jimmy tidak berkenan wartawan meliput soal keracunan.

"Kapolres gak berkenan," jawab Supriyanto singkat.

Korban dugaan keracunan makanan hajatan di Nganjuk, Jatim terus bertambah kini mencapai 60 orang dan satu di antaranya meninggal dunia. Keseluruhan pasien korban keracunan mengalami gejala muntah dan diare hingga dehidrasi.

Para pasien menjalani perawatan di RSUD Kertosono dan Puskesmas Kertosono serta di Klinik Nadira dan klinik Pabrik Gula (PG) Lestari Nganjuk.

Korban mengalami keracunan setelah menyantap hidangan di hajatan yang digelar di Desa Banaran pada Minggu (24/10) malam. Dan korban mulai mendatangi rumah sakit, klinik, dan puskesmas pada Senin (25/10).

(iwd/iwd)