HIPMI Jatim Gelar Diklatda, Pembicaranya Abdul Latief Hingga Sandiaga Uno

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 19:48 WIB
hipmi jatim
Diklatda BPD HIPMI Jatim secara virtual (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur berkomitmen mencetak pengusaha muda. Nantinya pengusaha muda tersebut akan bersama-sama berjuang meningkatkan perekonomian daerah dan nasional, utamanya di masa pandemi COVID-19.

Untuk itu, BPD HIPMI Jatim menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) III secara virtual dengan tema 'Jatim Bangkit dan Beraksi'. Acara diikuti 300 pengurus BPD HIPMI Jatim dan BPC HIPMI kabupaten/kota se-Jatim.

Para pematerinya antara lain pendiri HIPMI Abdul Latief, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Guru Besar Ilmu Pertahanan dan Maritim Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, PLT Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jatim Jumadi, serta Ketua BPP HIPMI yang diwakili Ketua Dewan Kehormatan BPD HIPMI Jatim Muhammad Ali Affandi.

Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Rois Sunandar Maming mengungkapkan pemulihan ekonomi menjadi salah satu prioritas yang berjalan beriringan dengan pemulihan sektor kesehatan. Semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan dunia usaha, harus terus berkolaborasi untuk mengakselerasi upaya-upaya membangkitkan ekonomi.

"Kita semua bersyukur, perekonomian Jatim sudah tampak recovery. Pada triwulan II/2021, tumbuh 7,05 persen, setelah periode-periode sebelumnya terkontraksi karena pandemi COVID-19. Meski mulai Juli 2021 perekonomian terhadang pembatasan aktivitas karena kebijakan PPKM, kita tetap optimistis pemulihan bisa terus didorong. Semangat Jatim Bangkit harus terus digelorakan dan dibumikan," ujar Rois.

Oleh karena itu, BPD HIPMI Jatim sebagai bagian dari pemangku kepentingan bidang ekonomi siap bergerak bersama mempercepat pemulihan ekonomi.

Ke depan, lanjut Rois, HIPMI Jatim dihadapkan pada situasi yang melahirkan optimisme sekaligus tantangan untuk bekerja keras. Optimistis karena vaksinasi COVID-19 semakin tinggi dan ada indikasi kuat bahwa pemulihan ekonomi mulai berjalan.

"Tantangan untuk bekerja keras karena ada sejumlah pekerjaan rumah yang menuntut diselesaikan aksi-aksi bersama. Berkaitan dengan itu, HIPMI menggelar Diklatda III untuk menyiapkan anggota serta program kerja yang bisa mendukung pemerintah dalam memulihkan ekonomi," tandas Rois.

Pada kesempatan tersebut, Ali Affandi mengungkapkan, bahwa Diklatda sangat penting bagi pengurus dan anggota HIPMI Jatim, utamanya di masa pandemi seperti sekarang.
"Diklatda kali ini mengusung tema Jatim Bangkit dan Beraksi, di mana selama dua tahun ini kita bertahan di era pandemi yang tentunya tidak mudah bagi kita khususnya pengusaha muda. Tugas BPD HIPMI Jatim tentunya akan lebih sulit dan menantang untuk memulihkan persoalan ekonomi di Jatim, mengatasi permasalahan sosial dan tentunya bonus demografi yang akan terjadi pada 2030," kata Ali.

Untuk itu, Ali Affandi berpesan agar seluruh pengurus dan anggota HIPMI Jatim untuk memanfaatkan momen ini untuk dapat menyerap diskusi dan menyampaikan aspirasi.

"Ini sangat penting karena setiap daerah memiliki karakter yang berbeda, mempunyai budaya yang berbeda dan pendekatan yang berbeda pula. Buat program ke depan yang lebih baik secara eksternal maupun secara internal yang mampu meningkatkan daya saing pengusaha muda. Penguatan karakter juga harus dibarengi dengan penguatan teknologi yang responsive dan adaptif terhadap perubahan," pungkas Ali.

Selain mendengarkan keynote speaker dari sejumlah tokoh yang datang, pada momen Diklatda tersebut pengurus dan anggota HIPMI juga diberikan wawasan tentang sejumlah hal yang cukup vital dalam menjalankan organisasi, diantaranya sejarah perjalanan HIPMI, kesekretariatan, kebendaharaan, serta seputar kaderisasi dan manajemen organisasi.

(iwd/iwd)