Anggota DPR RI Bedah 1.500 Rumah Tak Layak Huni di Ponorogo

Charoline Pebrianti - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 15:28 WIB
sri wahyuni bedah rumah di ponorogo
Anggota DPR RI Komisi V Sri Wahyuni meninjau rumah di Ponorogo yang sudah dibedah (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Sepanjang tahun 2021 sebanyak 1.500 unit rumah di Ponorogo yang tak layak huni dibedah. Program ini merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Ada 1.500 rumah yang 100 persen terealisasi tahun ini tersebar di Ponorogo," tutur Anggota Komisi V DPR RI Sri Wahyuni kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).

Yuni kemudian meninjau secara langsung salah satu rumah yang sudah selesai dibangun di Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman. Rumah yang awalnya berdinding bambu pun disulap menjadi bangunan permanen.

"Ini rumah milik pak Karni, semoga bermanfaat serta dirawat dengan baik," terang Yuni.

sri wahyuni bedah rumah di ponorogoSri Wahyuni meninjau pembangunan jembatan gantung (Foto: Charoline Pebrianti)

Untuk program BSPS, kata Yuni, total anggarannya sebesar Rp 29 miliar. Untuk masing-masing rumah mendapat stimulan Rp 20 juta. Pengerjaannya pun dilakukan dengan padat karya bersama warga setempat.

"Kita sebenarnya mengajukan 2.000 unit rumah, tapi yang di-ACC 1.500 rumah," ujar Yuni.

Yuni menambahkan selama 2021 ini, selain program BSPS, dia juga membawa program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) sebanyak 13 titik. Dan itu sudah rampung 80 persen.

"Program KotaKu 5 titik, sumur bor 10 titik, 1 jembatan gantung dan rehab Ponpes," imbuh Yuni.

Selain itu, Yuni pun sempat meninjau pembangunan jembatan gantung di Desa Kapuran, Kecamatan Badegan. Di sini terlihat jembatan tersebut sudah lapuk termakan usia.

"Perkiraan 180 hari kerja atau akhir tahun sudah bisa digunakan. Jembatan ini menelan biaya Rp 2,5 miliar," pungkas Yuni.

(iwd/iwd)