Sesmenko Susiwijono Kunjungi Pengembangan Pasar Tradisional di Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 23:31 WIB
Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso mengunjungi lokasi pengembangan pasar tradisional di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun. Tujuannya untuk mengecek bagaimana Pemdes Selur membangkitkan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.
Pengembangan pasar tradisional di Desa Selur/Foto: Istimewa
Ponorogo -

Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso mengunjungi lokasi pengembangan pasar tradisional di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun. Tujuannya untuk mengecek bagaimana Pemdes Selur membangkitkan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Selur mempunyai potensi besar sebagai pusat kawasan pemulihan ekonomi nasional," tutur Susiwijono, Sabtu (23/10/2021).

Pasalnya, Selur berada di lokasi strategis di antara wilayah Desa Wonodadi, Sendang, Cepoko, Temon dan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Serta berbatasan langsung dengan Desa Sidomulyo, Puyung, Tanggaran, Kabupaten Trenggalek.

Pantauan detikcom, saat ini pengembangan pasar tradisional masih dalam tahap perataan lahan dengan menggunakan alat berat. Sekaligus memperluas lokasi pasar supaya bisa menampung lebih banyak pedagang dan pembeli.

Tujuannya, agar pasar tradisional yang selama ini dikenal becek dan berbau, bisa berubah menjadi pasar yang bersih dan modern. Sehingga masyarakat bisa nyaman saat bertransaksi.

Kades Selur, Suprapto berharap, dengan kedatangan pejabat pemerintah bisa membuat masyarakat yakin, bahwa dengan dibangunnya pasar tradisional ini bisa membawa perubahan ekonomi yang lebih baik.

"Tujuannya untuk pemulihan ekonomi nasional, tentu pengembangan pasar tradisional terus digencarkan," imbuh Suprapto.

Suprapto menambahkan, saat ini geografis Selur bisa menjadi pusat kawasan perekonomian. Sebab, jarak ke pusat kota, antara Trenggalek dan Ponorogo sejauh 35 kilometer.

"Harapan kami Pemerintah Pusat membantu pengembangan pasar tradisional di Selur, mengingat lahan yang sudah tersedia 15.000 meter persegi," tambah Suprapto.

(sun/bdh)