Bank Jatim Pastikan Data Nasabah Tidak Bocor dan Aman 100 Persen

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 16:46 WIB
bank jatim
Foto: Istimewa
Surabaya -

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membantah data nasabahnya bocor dan diperjualbelikan. Pihak Bank Jatim memastikan keamanan data nasabahnya 100 persen aman.

Direktur TI & Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo menjelaskan Bank Jatim telah bergerak cepat dan saat ini sedang melakukan proses investigasi serta analisis forensik untuk mengkaji lebih dalam terkait kasus tersebut.

"Hasil penelusuran awal mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan cyber melakukan intrusi pada sistem aplikasi pendukung, bukan pada Core System bankjatim. Dengan kata lain, integritas data nasabah tetap terjaga dan para nasabah Bank Jatim bisa tetap tenang untuk melakukan transaksi keuangan perbankan," jelas Tonny dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Tonny memastikan bahwa operasional dan layanan Bank Jatim tidak terdapat permasalahan dan tetap berjalan normal. Tidak ada kebocoran data.

"Bank Jatim juga terus menerus melakukan peningkatan perlindungan data perseroan agar tidak rentan terhadap kejahatan cyber," ungkap Tonny.

"Nasabah juga tetap dapat memanfaatkan layanan e-channel Bank Jatim seperti JConnect mobile banking dan JConnect internet banking untuk melakukan transaksi keuangan perbankan dengan cepat, mudah, dan aman," lanjutnya.

Selama ini, jelas dia, Bank Jatim telah melakukan mitigasi risiko terhadap serangan siber melalui kerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menerapkan standar pengamanan sistem informasi. Kemudian, Bank Jatim juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait untuk proses investigasi dan penyelesaian masalah tersebut.

"Selanjutnya, Bank Jatim akan berkoordinasi dengan para nasabah untuk memastikan layanan kepada nasabah tetap dapat dilakukan tanpa gangguan. Apabila nasabah membutuhkan penjelasan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan, dapat segera menghubungi layanan resmi kami melalui Call Center di No 14044, WhatsApp Corporate 0811-3222-2505," tandas Toni.

Sebelumnya, data nasabah Bank Jatim diduga bocor dan diperjualbelikan di forum hacker seharga USD 250 ribu atau sekitar Rp 3,5 miliar. Adalah akun @bl4ckt0r yang menjajakannya di situs Raidforums. Data yang ditawarkan berukuran cukup besar, yakni 378 Gb.

"Isinya meliputi 259 database beserta informasi sensitif seperti data nasabah, data karyawan, data keuangan pribadi, dan masih banyak lagi," ungkap Dr Pratama Persadha, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC.

Lihat juga video 'Data Nasabah KreditPlus Bocor dan Dijual, Begini Respons OJK':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/fat)