Round-Up

Viral Bupati Jember Nyanyi-Joget yang Hanya Berakhir dengan Permintaan Maaf

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 09:23 WIB
viral bupati jember bernyanyi dan berjoget tanpa masker
Virl Bupati Jember dan istri nyanyi dan joget di pesta pernikahan (Foto: Tangkapan layar)
Jember -

Video Bupati Jember Hendy Siswanto bersama istrinya, Kasih Fajarini, bernyanyi dan berjoget dalam sebuah acara pernikahan viral. Bupati Hendy pun minta maaf.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, bupati bersama istrinya tampak memakai pakaian berwarna kuning emas. Mereka menyanyikan serta berjoget lagu dangdut berjudul Kana yang dipopulerkan Mansyur S.

Dalam video tampak pula keluarga pengantin yang juga ada anak-anak menari sebagai penari latar di belakangnya.

Saat bernyanyi, Bupati Hendy tak mengenakan masker. Sedang istrinya mengenakan face shield tanpa masker. Untuk penari latar di belakangnya yang diketahui keluarga pengantin, ada yang memakai masker dan tidak.

"Sudah ada pemberitahuan sebelumnya, sehingga Satgas COVID-19 memberikan asesmen sesuai ketentuan Inmendagri nomor 47 tahun 2021," ujar Sekretaris Satgas COVID-19 Sigit Akbari saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/10/2021).

viral bupati jember bernyanyi dan berjoget tanpa maskerFoto: Tangkapan layar

Sigit mengatakan Satgas COVID-19 memberikan asesmen bahwa sesuai ketentuan Inmendagri ada perubahan indikator dan pembatasan. Bahwa Jember masuk di level 3 berdasarkan capaian vaksinasi, bukan lagi per RT/RW yang terkonfirmasi COVID. Untuk acara resepsi mantu (pernikahan) diperbolehkan.

Sigit yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satgas COVID-19 Jember itu menambahkan pihaknya juga sudah memberikan saran kepada pihak penyelenggara pernikahan agar melaksanakan kegiatan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Untuk (tamu) undangan disarankan dibagi 3 sesi jam yang berbeda, kemudian untuk makan langsung dibawa pulang (take away) sehingga tidak menimbulkan kerumunan," kata Sigit.

Menurut Sigit, terkait kegiatan masyarakat terlebih soal pernikahan, harus tetap menaati protokol kesehatan (prokes).

"Jikalau ada kegiatan apapun, harus dilakukan pembatasan, kemudian adanya pemakaian masker dan hand sanitizer (juga) harus dilakukan," tandas Sigit.