Peringati HSN, PDIP Surabaya: Perkuat Sinergi dengan Santri

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 13:39 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono (Foto: Istimewa)
Lamongan -

PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober melalui kegiatan diskusi virtual. Diskusi itu membedah peran santri terutama dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi rakyat.

Diskusi itu digelar pada Rabu (20/10) malam. Hadir secara virtual adalah Wali Kota Eri Cahyadi, Ketua PC NU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, akademisi Unair Listyono Santoso, serta puluhan kader dan pengurus PDIP Surabaya yang hadir fisik serta ratusan peserta yang hadir secara daring.

Didahului lantunan selawat kemudian dilanjutkan mars Syubbanul Wathan, yang dimainkan kelompok hadrah, yang bergema di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Diskusi dipandu Abdul Ghoni Mukhlas Niam, alumni IAIN Sunan Ampel dan PMII. Abdul Ghoni tercatat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dan anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.

Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, mengawali dengan menyampaikan selamat memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah.

Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya, menyampaikan rasa syukur karena peringatan Hari Santri tahun ini jatuh ketika situasi pandemi COVID-19 sudah semakin membaik.

"Pemerintah pusat sudah memutuskan bahwa Surabaya sudah masuk PPKM level 1. Sehingga program pemulihan ekonomi bisa dijalankan dengan baik oleh Wali kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali kota Armuji," ujarnya.

Adi mendorong sinergitas antara PDI Perjuangan dengan santri. Sebab, kader banteng dan santri memiliki ideologi sama. Santri mewarisi karakter pejuang. "Dan, PDI Perjuangan merupakan wadah perjuangan rakyat," tuturnya.