Banyuwangi Gelar Moslem Fashion di Dermaga Yacht Marina Boom Saat Weekend

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 20:42 WIB
Dermaga Yacht Marina Boom
Dermaga Yacht Marina Boom (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Sektor ekonomi kreatif di Banyuwangi terus bergeliat untuk mendorong pemulihan ekonomi. Akhir pekan ini, Sabtu 23 Oktober 2021, Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) menggelar Moslem Fashion Festival (MFF), sebuah pergelaran busana muslim di dermaga yacht Pantai Marina Boom.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, MFF merupakan upaya mendorong pemulihan ekonomi sekaligus panggung kreasi bagi para desainer Bumi Blambangan untuk kembali eksis setelah sempat vakum selama PPKM, hingga akhirnya kini Banyuwangi masuk PPKM Level 2 sehingga mulai bisa menghelat pergelaran secara bertahap.

"Terima kasih semangat yang luar biasa dari ekosistem desainer, ekosistem fesyen, yang terus berkreasi meski di masa pandemi. Dukungan Bank Indonesia juga luar biasa, sehingga kita bisa terus menjadikan sektor fesyen dan secara umum sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pendorong pemulihan ekonnmi," kata Ipuk kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

Sejumlah desainer Banyuwangi bakal berkolaborasi dengan desainer nasional menyuguhkan 54 rancangan busana muslim modern. Model nasional, Zee Zee Shahab, akan terlibat dalam pagelaran busana ini.

Banyuwangi Moslem Fashion Festival ini akan digelar di atas ponton apung dermaga yacht Marina Boom yang disulap menjadi catwalk untuk para model memperagakan busananya. Dengan background pantai, yacht, dan gedung heritage yang menjadi ikon Marina Boom, ajang ini bakal menjadi pergelaran fesyen yang menarik.

"Sengaja kita pilih venue di destinasi wisata karena kita tidak hanya ingin menonjolkan sisi fesyen, namun juga wisatanya. Kita ingin mengabarkan bahwa destinasi di Banyuwangi sudah dibuka kembali dan siap menerima wisatawan," kata Ipuk.

Menurut Ipuk, dipilihnya fesyen muslim bukan tanpa alasan. Indonesia ditargetkan sebagai pusat industri halal dunia. Salah satunya, melalui industri fesyen muslim sebagai sektor prioritas karena dinilai memiliki potensi pasar ekspor yang sangat luas.