Warung Ikhlas Berkah di Surabaya, yang Makan Cukup Bayar Rp 2 Ribu

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 13:59 WIB
Surabaya -

Ada Warung Ikhlas Berkah (WIB) di Jalan Ngagel Wasana III No 38, Surabaya. Saat makan di warung ini, pengunjung cukup membayar Rp 2 ribu.

WIB buka pada saat jam makan siang, mulai pukul 11.00 WIB sampai habis. Sebelum buka, pembeli sudah banyak yang antre.

Pembeli memasukkan uang Rp 2 ribu ke dalam kotak amal. Bukan membayar ke kasir seperti tempat makan pada umumnya. Ketika sudah buka, pemilik WIB, Rusdi mengajak pembeli berdoa bersama dan bersyukur.

Kemudian pembeli mengantre sesuai jarak untuk mengambil makanan, buah, dan minuman. Rata-rata orang yang datang dari kalangan menengah ke bawah. Bahkan mereka hampir setiap hari datang.

Rusdi mengatakan, WIB diinisiasi bersama dua sahabatnya. Ia dan sahabatnya mencoba menyediakan makan siang yang layak untuk orang-orang yang membutuhkan.

"Kita menyediakan nasi makan siang dengan harga yang ekonomis dan menu spesial. Kalau dirupiahkan seharga Rp 15 ribu. Tapi kami menyediakan cukup Rp 2 ribu saja dengan menu lengkap sayur, buah, es teh," kata Rusdi kepada detikcom, Rabu (20/10/2021).

"Awalnya kita malah gratis, tapi kita masih belajar belum berani gratis, kita pilih Rp 2 ribu sambil mengedukasi sahabat-sahabat untuk sedekah, infaq Rp 2 ribu tapi dapat manfaat lebih," tambahnya.

Ada Warung Ikhlas Berkah (WIB) di Jalan Ngagel Wasana III No 38, Surabaya. Saat makan di warung ini, pengunjung cukup membayar Rp 2 ribuWarung Ikhlas Berkah (WIB)/ Foto: Esti Widiyana/detikcom

Per hari, Warung Ikhlas Berkah bisa menghabiskan 125 porsi dalam waktu setengah jam saja. Selain di Ngagel, WIB juga memiliki cabang di Jalan MERR No 378.

Selain itu, pihaknya juga memberdayakan ibu-ibu warga sekitar untuk memasak lauk dan pauk. "Tiap Sabtu-Minggu kita sudah share menu untuk pekan depan. Kita menunya beda-beda, enak, bergizi dan bermanfaat," ujarnya.

WIB juga bisa disebut sebagai aksi sosial masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Di mana banyak orang yang ekonominya menurun. Sehingga harus menghemat pengeluaran. Pihaknya juga di-support oleh warga sekitar dengan menyumbang bahan pokok dan lainnya.