Indeks Demokrasi Dinilai Alami Kemunduran 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 10:43 WIB
Jokowi Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik
Presiden Jokowi/Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres)
Surabaya -

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur turut menyampaikan evaluasi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Tidak ada yang menonjol selama kepemerintahan 2 tahun Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebaliknya, indeks demokrasi malah mengalami kemunduran.

"Beberapa hal saya kira hanya standar ya. Artinya tidak ada begitu progres yang menonjol. Malah ada beberapa menurut saya, ada kemunduran. Seperti indeks demokrasi. Ini kan tidak hanya kata pengamat, tapi situasi indeks demokrasi mengalami kemunduran dalam beberapa tahun," papar Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib kepada detikcom, Rabu (20/10/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Salam itu memberikan contoh sejumlah kemunduran indeks demokrasi secara obyektif. Salah satunya penyampaian pendapat yang kerap ditangani secara represif.

"Ya salah satunya penyampaian pendapat sangat represif ya. Dalam beberapa momentum yang saya lihat seperti insidennya Habib Rizieq, pendukungnya FPI. Kita bicara obyektif saja. Kemudian terkait penganiayaan wartawan Tempo yang kemarin itu. Sampai sekarang kan gak ada kejelasan. Itu pesan bahwa ketidakmampuan aparat maupun pemerintah mengungkapkan kasus-kasus di sana itu penuh misteri itu masih jelas," jelasnya.

Kemunduran indeks demokrasi itu, terang Gus Salam, juga diperparah dengan situasi gemuknya partai politik yang ada sekarang. Ia berpendapat hal itu sangat mengkhawatirkan. Sebab dengan begitu oposisi yang mengontrol pemerintah hampir tidak ada lagi.