6 SPBU Nakal di Jatim Disanksi Gegara Jual Solar Subsidi ke Industri

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 19:55 WIB
solar langka di surabaya
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Selain langkanya solar di Jatim, Pertamina Patra Niaga menemukan adanya penyelewengan solar di SPBU. Sanksi tegas pun diberikan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochamad Idhani mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Perpres 191/2014. Jika lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti terjadi penyelewengan, Pertamina tidak segan memberikan sanksi tegas.

"Hingga Oktober, terdapat 6 SPBU yang berada di regional Jatimbalinus kena sanksi terkait penyelewengan solar subsidi (dijual ke sektor industri) ," kata Deden, Senin (18/10/2021).

Dari data yang diterima detikcom, 6 SPBU nakal yang diberikan sanksi ada di 4 daerah di Jawa Timur. Yakni 1 di Kediri, 1 di Malang, 3 di Surabaya, dan 1 di Madiun. Pelanggaran yang terjadi adalah penyelewengan solar subsidi yang dijual ke sektor industri.

"Telah diberikan sanksi berupa penghentian suplai atau penutupan sementara, maupun sanksi seperti penggantian selisih harga jual Solar Subsidi akibat melakukan penyaluran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Penyelewengan yang dilakukan misalkan adalah transaksi yang tidak wajar, pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi, dan pengisian ke kendaraan modifikasi," jelas Deden.

Deden mengimbau kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui adanya penyelewengan di SPBU tidak segan melaporkan ke aparat. Sebab, pihaknya sudah menindak tegas 6 SPBU yang melanggar aturan karena penyelewengan penyaluran bahan bakar. Sehingga diberi sanksi tegas oleh pertamina.

PertaminaPatra Niaga juga akan terus berkoordinasi intens dengan aparat. Hal tersebut dilakukan untuk menindak tegas penyimpangan penyaluran solar yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum dan masyarakat atas dukungannya sehingga penyaluran BBM subsidi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran," pungkas Dedn.

Untuk informasi terkait produk, layanan, dan promo yang berlangsung, masyarakat dapat mengakses website dan media sosial resmi perusahaan, atau dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135.

Lihat juga video 'Geger di SPBU, Mobil Penumpang Bertangki 'Siluman' Antre Isi BBM':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)