Ini Sengketa Pemkot Surabaya dan Pemilik Bangunan yang Dieksekusi

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 13:07 WIB
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya Erna Purnawati mengatakan, eksekusi seharusnya dilakukan sejak 2017. Eksekusi rumah sempat tertunda selama tiga kali.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya, Erna Purnawati/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Belasan rumah di Frontage Jalan Wonokromo dieksekusi Pemkot Surabaya. Eksekusi baru bisa dilakukan hari ini karena statusnya masih sengketa.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya Erna Purnawati mengatakan, eksekusi seharusnya dilakukan sejak 2017. Eksekusi rumah sempat tertunda selama tiga kali.

"Sebenarnya ini kan sudah mulai 2017. Kemudian yang khusus stan ini ada 24 persil. Dari 24, yang sudah ambil di PN ada 9. Jadi hari ini yang kita eksekusi itu 15 persil. Sebenarnya, rencana eksekusi sudah 3 kali. Karena ada pandemi kemarin," terang Erna, Senin (18/10/2021).

"Dan ini terakhir dari Pengadilan Negeri mulai tanggal 1 Oktober sudah ada pemberitahuan akan ada eksekusi hari ini. Alhamdulillah semua warga berkenan untuk dilakukan pengosongan," imbuhnya.

Sedangkan soal ganti rugi pemilik, Erna menyebut, lahan yang dieksekusi merupakan sengketa. Sehingga ganti rugi ditempatkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

"Ini termasuk sengketa ya. Karena kan tanah ini diakui dalam asetnya PD Pasar. Kemudian warga merasa tinggal di stan ini sudah lama. Jadi termasuk kategori sengketa, uangnya (ganti rugi) kami taruh di pengadilan," jelas Erna.