Reog Ponorogo Bakal Tampil dan Workshop di Australia

Charolin Pebrianti - detikNews
Jumat, 15 Okt 2021 12:43 WIB
Pemkab Ponorogo menjajaki kerja sama kebudayaan dengan Indonesian Diaspora Network (IDN) Victoria, Melbourne, Australia. Pihaknya memperkenalkan sekaligus mengajar diaspora di Melbourne maupun warga lokal, untuk belajar kesenian Reog.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko/Foto: Charolin Pebrianti/detikcom
Ponorogo -

Pemkab Ponorogo menjajaki kerja sama kebudayaan dengan Indonesian Diaspora Network (IDN) Victoria, Melbourne, Australia. Pihaknya memperkenalkan sekaligus mengajar diaspora di Melbourne maupun warga lokal, untuk belajar kesenian Reog.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, pihaknya siap membawa kontingen ke Victoria demi mengenalkan dan mengajarkan kesenian Reog. "Kami ingin membawa kontingen sekaligus kesenian Reog beserta alat musik, supaya bisa dipergunakan dan dipelajari diaspora dan warga lokal di sana," tutur Giri kepada detikcom, Jumat (15/10/2021).

Giri pun ingin menggelar Reog virtual supaya bisa ditonton seluruh dunia. Sekaligus bisa membawa budaya, makanan serta UMKM dari Ponorogo ke Victoria.

"Ponorogo juga sedang berusaha mendapatkan UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Dan pendaftaran Reog menjadi warisan budaya tak benda," terang Giri.

Pemkab Ponorogo sedang gencar meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Bumi Reog. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan musik jazz yang dipadukan dengan Reog.Pemkab Ponorogo sedang gencar meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Bumi Reog/ Foto: Charolin Pebrianti

Giri pun berharap ke depan punya Museum Reog. Supaya sejarah Reog bisa terdokumentasi dengan baik. Terutama literasi dan data yang bisa dibaca oleh generasi penerus.

"Mohon dukungan tentang Museum reog, kami punya sejarah, punya literasi yang bisa kita tinggalkan untuk anak cucu kelak. Butuh bantuan luar biasa, bantuan data, gagasan, doa agar terwujud dalam Ponorogo," terang Giri.

Pegiat seni budaya, Wisnu Hadi Prayitno menambahkan, pihaknya ingin mengadakan workshop selama satu bulan di di Victoria. Sebab, ada tiga jenis tampilan Reog yang akan diajarkan.

"Reog obyok, Reog festival, dan juga ingin agar mahasiswa atau pun warga lokal di Victoria bisa belajar langsung dan mempraktikkan sendiri kemudian hari biar semakin membekas," pungkas Wisnu.

(sun/bdh)